Prosesi wisuda dan angkat sumpah menjadi awal bagi lulusan keperawatan untuk memasuki dunia profesi sekaligus menghadapi dinamika pelayanan kesehatan yang terus berkembang. Karena itu, selain kompetensi, perawat juga dituntut memiliki kemauan untuk terus belajar, kemampuan beradaptasi, serta menjaga integritas dan kebersamaan dalam menjalankan profesinya.
Hal tersebut disampaikan Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah, Ns. Kurnia Yuliastuti, M.Kep., saat menghadiri Wisuda dan Angkat Sumpah Program Studi Profesi Ners dan Program Studi D3 Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) pada Sabtu (3/10) di Auditorium Kampus 1 UNIMMA.
Yulia menyampaikan tiga pesan kepada para lulusan yang akan memulai perjalanan sebagai perawat. Pesan pertama adalah tidak berhenti belajar. Menurutnya, kelulusan dari perguruan tinggi bukan akhir dari proses belajar karena dunia kesehatan terus mengalami perubahan. “Jangan pernah merasa setelah dapat gelar Ners dan Diploma III Perawat, saudara sudah selesai belajar. Karena dunia kesehatan tidak pernah berhenti berubah. Dan jangan takut kalau mengatakan saya belum tahu, tetapi saya akan belajar, itulah sikap profesional,” ujarnya.
Pesan kedua, Yulia mendorong lulusan menjadi perawat yang adaptif dan tegar. Perubahan sistem pelayanan, perkembangan teknologi, hingga kebutuhan pasien menuntut perawat untuk mampu menyesuaikan diri. “Ketika sistem berubah, kita beradaptasi. Teknologi berubah, kita belajar. Ketika kebutuhan pasien berubah, kita menyesuaikan pelayanan. Tetapi ada satu yang tidak boleh berubah, yaitu integritas kita sebagai perawat,” jelasnya.
Ia menekankan, kemampuan beradaptasi harus tetap berjalan bersama nilai-nilai dasar profesi. “Kompetensi tetap berkembang, teknologi boleh berubah, cara kerja juga boleh berubah, tetapi kejujuran, empati, etika, kepedulian harus tetap menjadi DNA-nya perawat,” tambahnya.
Adapun pesan ketiga disampaikan berkaitan dengan pentingnya kebersamaan. Yulia mengingatkan para lulusan agar tidak menjalankan profesi seorang diri. Kolaborasi dan kebersamaan, menurutnya, menjadi bagian penting dalam menghadapi berbagai tantangan di dunia kesehatan. “Jangan berjalan sendiri. Kenapa? Karena kalau kita berjalan bersama-sama, saya yakin kita bisa sampai tempatnya dan dalam kondisi yang baik. Kenapa saya jamin itu? Karena salah satunya adalah kebersamaan itu menjadi sebuah motor penggerak suatu kebijakan,” tuturnya.
Melalui pesan tersebut, diharapkan menjadi bekal bagi lulusan keperawatan UNIMMA untuk memasuki dunia profesi dengan terus mengembangkan kompetensi, terbuka terhadap perubahan, serta tetap menjaga integritas dan nilai kemanusiaan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
