Fakultas Ilmu Kesehatan (Fikes) Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) menggelar Wisuda dan Angkat Sumpah Program Studi D3 Farmasi dan Pendidikan Profesi Apoteker. Acara dilaksanakan pada Sabtu (27/9) di Auditorium Kampus 1 UNIMMA dan diikuti oleh 47 wisudawan.
Pada periode ini, lulusan Profesi Apoteker UNIMMA mencatatkan rata-rata Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,92, sementara lulusan D3 Farmasi meraih rata-rata IPK 3,80. Seluruh lulusan juga dinyatakan lulus 100 persen Uji Kompetensi Nasional (UKOMNAS) yang dilaksanakan melalui metode Objective Structured Clinical Examination (OSCE) dan Computer Based Test (CBT).
Prosesi pengambilan angkat sumpah sekaligus penandatanganan sumpah tenaga vokasi farmasi dan apoteker disaksikan oleh rohaniawan sebagai bagian dari ikrar lulusan untuk menjalankan profesinya secara bertanggung jawab.
Wakil Rektor IV bidang Kemahasiswaan, Alumni dan Kerja Sama, Dr. Sigit Priyanto, M.Kep., dalam sambutannya menyampaikan bahwa wisuda menjadi awal bagi para lulusan untuk mengimplementasikan ilmu dan kompetensi yang telah diperoleh selama menjalani pendidikan. “Capaian hari ini menjadi awal bagi saudara sekalian untuk menjalankan tugas sebagai tenaga kesehatan. Bidang kesehatan sangat dibutuhkan karena kesehatan merupakan hal yang penting bagi setiap orang. Yang namanya kesehatan tidak mengenal kasta rupa dan lain sebagainya, siapapun bisa kena. Akan tetapi sebagai orang kesehatan, harapan kita bisa memiliki kemampuan memproteksi diri. Ketika kita sudah mendapatkan ilmunya, bagaimana dengan ilmu itu kita bisa mencegah bahkan memelihara agar tidak mudah sakit,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan para lulusan agar setelah menyelesaikan pendidikan, tanggung jawab tidak berhenti pada pencapaian akademik saja. “Setelah lulus dan berikrar menjadi alumni UNIMMA, saudara harus mampu betul membawa bendera pribadi, keluarga, dan institusi tercinta kita, UNIMMA. Tugas ke depan, di manapun berada, nilai-nilai yang telah diajarkan di UNIMMA mohon dicamkan betul, meskipun sudah lulus, saudara melekat membawa bendera UNIMMA,” tambahnya.
Sementara itu, Kolegium Farmasi, apt. Renaning Pudyastuti, S.Farm., menyampaikan, kelulusan yang diraih wisudawan bukanlah hal yang mudah. “Ini adalah capaian yang tidak mudah, yang ditempuh dengan kerja keras, dan juga kedisiplinan dan pengorbanan. Saudara sekalian sudah melewati proses yang panjang, termasuk uji kompetensi nasional dimana dengan ujian tersebut dinyatakan telah tercapai kompetensinya,” tuturnya.
Lebih lanjut, ia juga menekankan pentingnya kompetensi yang telah dibuktikan melalui UKOMNAS. “Kompetensi tersebut mencakup kemampuan saudara secara utuh yaitu penguasaan pengetahuan, ketrampilan klinis yang teruji secara langsung dan juga sikap profesional dalam memberikan pelayanan. Kelulusan uji kompetensi ini merupakan cerminan kesiapan minimal bagi teman-teman sekalian dalam berpraktik di mana saudara akan melangkah keluar dari ruang akademik menuju masyarakat dan akan berhdapan dengan kenyataan yang jauh lebih kompleks,” ungkapnya.
Di akhir sambutannya, Renaning berpesan agar wisudawan menjadi pribadi berakhlak. “Semoga langkah saudara senantiasa diberkahi, dilindungi, dan senantiasa dimudahkan dalam setiap pengabdian. Jadilah apoteker yang berakhlak, berorientasi pada pelayanan, adaptif terhadap perubahan, mampu berkolaborasi dan bertanggung jawab kepada masyarakat. Selamat memasuki dunia profesi, selamat mengabdi untuk Indonesia,” pungkasnya.
Melalui capaian tersebut, UNIMMA terus mendorong lulusan Fikes tidak hanya menguasai bidang keilmuan, tetapi juga mampu menjalankan profesi dengan tanggung jawab dan nilai-nilai yang telah diperoleh selama menempuh pendidikan di UNIMMA.