Sebagai upaya penguatan karakter dan kompetensi keislaman mahasiswa sejak awal masa studi, Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) menyelenggarakan Pesantren Mahasiswa (Pesma) Tahun Akademik 2025/2026. Kegiatan dilaksanakan pada Rabu sampai dengan Minggu (24–27/12) di Pondok Pesantren Al-Mu’min Muhammadiyah Tembarak, Temanggung dan diikuti oleh 59 mahasiswa semester 1.

Selama mengikuti kegiatan, mahasiswa akan mendapatkan pembinaan intensif berbasis kepesantrenan melalui berbagai materi dan praktik keislaman yang aplikatif. Seluruh rangkaian kegiatan dirancang untuk membekali mahasiswa dengan pemahaman keagamaan yang komprehensif sekaligus mengasah soft skill melalui proses pembelajaran khas pesantren.

Dekan FAI UNIMMA, Eko Kurniasih Pratiwi, S.E.I., M.S.I., dalam sambutannya mengatakan bahwa Pesantren Mahasiswa merupakan program wajib yang memiliki peran strategis dalam pencapaian pembelajaran lulusan FAI UNIMMA. “Pesantren Mahasiswa merupakan salah satu program wajib FAI yang harus diikuti oleh mahasiswa semester satu. Tujuannya adalah membekali dan melengkapi capaian pembelajaran lulusan, terutama dalam penguatan aspek keislaman. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan memperoleh pengalaman belajar yang tidak didapatkan di bangku kuliah,” jelasnya.

Lebih lanjut, Dekan menambahkan, program Pesma juga menjadi bentuk implementasi kerja sama antara FAI UNIMMA dan Pondok Pesantren. “Program ini juga merupakan tindak lanjut dari implementasi kerja sama antara FAI UNIMMA dengan pondok pesantren untuk saling mendukung dan menguatkan program lembaga masing-masing. Kami berharap mahasiswa dapat memanfaatkan kegiatan ini dengan sebaik-baiknya, menaati seluruh aturan di Pondok Pesantren Al-Mu’min Tembarak, serta menjaga nama baik almamater,” tambahnya.

Sementara itu, Surandi, S.Ag, Humas Pondok Pesantren Al-Mu’min Tembarak, menyambut baik kolaborasi tersebut. Beliau menilai Pesantren Mahasiswa memberikan pengalaman hidup yang berbeda bagi mahasiswa. “Mahasiswa akan mendapatkan pengalaman yang tidak biasa, seperti belajar antre saat makan dan mandi, berbagi ruang tidur, serta meningkatkan solidaritas dan toleransi dengan sesama. Ini menjadi proses pembelajaran untuk menurunkan ego, melatih kesabaran, dan mendahulukan kepentingan bersama,” ungkapnya.

Adapun mahasiswa akan mendapatkan materi meliputi pelatihan khot, pelatihan kultum dalam Bahasa Indonesia, Inggris, dan Arab, ngangsu kawruh kepesantrenan, tanya jawab fiqih shalat dan puasa, adab menuntut ilmu, ekstrakurikuler SAHTA, penguatan ghiroh ber-Islam bagi pemuda, perawatan jenazah, serta adab kepada seorang pendidik.

Melalui Pesantren Mahasiswa ini, FAI UNIMMA meneguhkan komitmennya dalam mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berakhlak Islami, berkarakter kuat, dan siap berkontribusi di tengah masyarakat.