Civitas Akademika UNIMMA Terima Vaksin Covid-19

Civitas Akademika UNIMMA Terima Vaksin Covid-19

Sebanyak 240 dosen dan tenaga kependidikan (tendik) Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) telah menerima vaksin Sinovac tahap pertama. Kegiatan vaksinasi dilaksanakan di Gedung Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) Kampus 2 UNIMMA pada Kamis (10/6).

Nina Danastri, Dokter Klinik UNIMMA yang mengkoordinasi seluruh proses vaksinasi mengatakan mulai dari Badan Pembina Harian (BPH), Rektor, Wakil Rektor, Dekan dan jajarannya serta dosen karyawan tercatat sudah mendapatkan vaksin tersebut. “Total peserta vaksin yang kita ajukan ke Dinas Kesehatan ada 240 karena banyak yang sudah melakukan vaksin di luar. Vaksin ini kita prioritaskan bagi karyawan yang berada di pelayanan sebagai garda terdepan melayani tamu maupun mahasiswa,” tutur dr Nina.

Sementara itu, Puguh Widiyanto, M.Kep, Plh. Rektor dalam sambutannya menyampaikan dilakukannya vaksin tidak membuat kita tidak bisa tertular namun yang terpenting meskipun kita tertular nantinya tidak ada gejala yg membutuhkan penanganan harus datang ke rumah sakit. “Kami yakin semua program yang sudah disiapkan pemerintah telah melewati tahapan ilmiah, sehingga kegiatan ini kita ikuti dalam rangka ikhtiar terbaik agar kita semua diberikan kesehatan,” ungkapnya. Puguh juga berharap agar setelah mengikuti vaksinasi, dosen karyawan UNIMMA tetap bisa menerapkan protokol kesehatan.

Untuk mendapat vaksin Covid-19 ini, calon penerima vaksin yang telah mendaftar, mengambil nomor antrian dan mengisi kartu kendali. Kemudian input data untuk diverifikasi. Setelah diverifikasi, dilakukan pengecekan suhu badan dan tekanan darah. Dokter akan melakukan screening untuk melihat kondisi kesehatan peserta. Jika kondisi peserta sehat, maka dilakukan penyuntikan vaksin oleh tenaga medis. Setelah itu, penerima vaksin menuju ruang observasi untuk dilakukan observasi post-vaksin selama 15 menit. Penerima vaksin akan mendapatkan kartu vaksinasi.

Dengan divaksinnya dosen karyawan UNIMMA, diharapkan dapat membentuk kekebalan komunitas sehingga membantu menekan penyebaran virus corona. Dengan demikian, dapat juga menciptakan lingkungan kampus yang aman untuk belajar dan bekerja.

UNIMMA Turut Tandatangani Komitmen Bersama Pelaksanaan Satu Data Kota Magelang

UNIMMA Turut Tandatangani Komitmen Bersama Pelaksanaan Satu Data Kota Magelang

Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) turut menandatangani komitmen bersama pelaksanaan Satu Data Informasi yang merupakan amanat dari Peraturan Presiden Nomor 39 Tahun 2019 tentang Satu Data Indonesia. Amanat tersebut telah diturunkan dalam Peraturan Daerah Kota Magelang Nomor 15 Tahun 2018. Satu Data Informasi Pemerintahan Daerah adalah serangkaian kebijakan untuk mewujudkan data yang beragam, akurat, mutakhir, terpadu, bermanfaat, akuntabel, dan berkesinambungan.

Komitmen Bersama Pelaksanaan Satu Data Kota Magelang

Kami para Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah, Direktur Badan Usaha Milik Daerah, Pimpinan Instansi Vertikal dan atau Badan Usaha Milik Negara, EAK Pimpinan Perguruan Tinggi Negeri, Pimpinan Perguruan Tinggi Swasta dan Pimpinan Rumah Sakit Swasta di Kota Magelang, berkomitmen:

  1. Mendukung implementasi Satu Data di Kota Magelang
  2. Menyediakan data yang valid untuk mendukung perencanaan dan evaluasi pembangunan Kota Magelang yang berkualitas
  3. Melaksanakan peran sebagai Produsen Data dengan baik sesuai peraturan perundang-undangan yang terkait dengan pelaksanaan Satu Data Indonesia dan Satu Data Informasi Pemerintahan Daerah di Kota Magelang
  4. Mendorong terciptanya sinergi dan integrasi data sektoral dalam mendukung mewujudkan Kota Magelang sebagai Kota Cerdas
UNIMMA Raih Hibah PKKM

UNIMMA Raih Hibah PKKM

Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) berhasil meraih hibah Program Kompetisi Kampus (PKKM) yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemdikbudristek) Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) di tahun 2021. Berdasarkan surat dari Ditjen Dikti nomor 0324/E.E1/KM.11.02/2021 tertanggal 6 Juni 2021, program studi (prodi) tersebut ialah prodi S1 Teknik Informatika dari Fakultas Teknik (FT).

Dikutip dari laman PKKM Dikti, PKKM merupakan program kompetisi terbuka dengan sistem seleksi berkelompok (tiered system). Kompetisi tersebut dimaksudkan untuk meningkatkan mutu dan relevansi perguruan tinggi agar dapat berkontribusi dalam meningkatkan daya saing bangsa.

Puguh Widiyanto, M.Kep., Plh Rektor UNIMMA mengungkapkan rasa syukur dan bangga atas diraihnya hibah tersebut. “UNIMMA meraih hibah bersama 65 perguruan tinggi lain di Liga III karena memiliki jumlah mahasiswa aktif sebanyak 4705. Semoga hibah ini dapat meningkatkan kualitas pembelajaran dan bermanfaat bagi UNIMMA,” tuturnya.

Sementara itu, Dr. Rochiyati Murniningsih, M.Si, Ketua Tim Task Force PKKM UNIMMA mengatakan tujuan utama dari PKKM adalah untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan relevansi pendidikan tinggi serta meningkatkan kualitas dosen dan tenaga kependidikan. “Sebelum diumumkan peraih hibah ini, tim task force telah melalui tahap evaluasi administratif, tahap evaluasi kualitas dan kelayakan proposal dan tahap verifikasi kelayakan dengan verifikasi secara daring,” jelasnya.

UNIMMA ADAKAN PEMILIHAN MAHASISWA BERPRESTASI

UNIMMA ADAKAN PEMILIHAN MAHASISWA BERPRESTASI

Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) menggelar seleksi Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Pilmapres) 2021 bertempat di Aula Rektorat Kampus 2 UNIMMA pada Rabu (2/6). Mahasiswa yang terpilih nantinya akan mengikuti Pilmapres yang diselenggarakan oleh Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas), Sekretariat Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Republik Indonesia.

Dr. Imron, S.Ag., MA, Ketua Lembaga Pengembangan Pendidikan dan Mahasiswa (LP2MA) mengatakan bahwa Pilmapres adalah salat satu kegiatan kemahasiwaan di UNIMMA dan bagian dari eksistensi perguruan tinggi. “Hasil dari Pilmapres ini akan dikirim tingkat provinsi dan mudah-mudahan mendapatkan hasil yang terbaik” ujar Imron.

Sementara itu, Puguh Widiyanto, M.Kep, Pelaksana Harian (Plh) Rektor menyampaikan, Pilmapres tidak hanya melihat dari prestasi akademik, namun banyak prestasi lain seperti kemampuan komunikasi bahasa inggris, kemampuan menyampaikan ide gagasan, bahkan mungkin debat melalui pertanyaan-pertanyaan langsung yang harus dijawab. “Pilmapres juga menjadi ajang meningkatkan reputasi perguruan tinggi dan membawa manfaat peserta pilmapres itu sendiri,” tutur Puguh.

Di akhir sambutannya, Puguh menyampaikan motivasi untuk peserta Pilmapres. “Kita harus punya cita-cita dan keinginan setinggi langit, karena dengan keyakinan dan usaha kita akan terus bergerak dan terus semangat menggapai apa yang kita cita-citakan” tuturnya.

Sebelumnya, peserta Pilmapres diwajibkan membuat gagasan ilmiah berbentuk makalah dan poster dengan tema Sustainable Development Goals (SDGs) di era 4.0 dan dipresentasikan di depan juri. Adapun rubrik penilaian makalah tersebut diantaranya alur penulisan, analisis pencapaian, penjabaran rencana kerja, dan visualisasi gagasan. Di akhir rangkaian acara, Ahwy Oktradiksa, S.Pd.I,.M.Pd.I, koordinator juri mengumumkan Nur Laily Regitasari dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNIMMA sebagai pemenang juara 1 dalam ajang Pilmapres ini.

 

Mengupas Efektivitas Tilang Elektronik

Mengupas Efektivitas Tilang Elektronik

Perkembangan teknologi elektronik semakin pesat seiring berjalannya waktu. Banyak kegiatan yang bisa dilakukan tidak hanya oleh manusia saja melainkan menggunakan teknologi, salah satunya adalah tilang elektronik (e-tilang). Di beberapa negara yang sudah menerapkan aturan ini, dirasa cukup efisien dalam mengurangi pelanggaran maupun kecelakaan.

Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Hukum (FH) Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) berkolaborasi dengan CfDS (Center for Digital Society) Universitas Gadjah Mada (UGM) telah melaksanakan Digital Future Discussion pada Senin (31/05). Dengan tema “Tilang Elektronik: Langkah penegakan hukum baru atau pelanggaran privasi pengendara?”, acara digelar melalui ruang temu virtual.

Teddy Prayoga, Gubernur BEM menyampaikan, tema tersebut diangkat untuk menimbang efektifitas penggunaan E-tilang dalam menegakkan aturan berkendara yang sering sekali terjadi pelanggaran lalu lintas di Indonesia. “Harapannya, dengan diadakan webinar kolaborasi seperti ini bisa menambah wawasan, pengalaman dan bertukar pikiran dalam menyikapi e-tilang,” ujarnya.

Dr. Dyah Adriantini Sintha Dewi, SH., M.Hum, pemateri dalam acara tersebut menjelaskan, penerapan E-Tilang mampu mengurangi tingkat kecelakaan dan kecurangan dalam pelanggaran atau bukti valid untuk menetapkan sanksi kepada pelanggar serta adanya transparansi penegakan keadilan. “Untuk menjalankan E-Tilang ini perlu adanya evaluasi, riset, dan sosialisasi kepada masyarakat. Penerapan ini efektif jika kita mampu bekerjasama dalam menegakkannya” tambahnya.

Sementara itu, Perdana Karim, Research Assistant CfDS yang menjadi pemateri kedua menyampaikan, jika pengendara melakukan pelanggaran lalu lintas maka yang harus bertanggung jawab adalah pengendara itu sendiri. “E-Tilang ini masih kurang efisien untuk pengendara yang tidak membawa surat-surat berkendara (SIM, STNK, dll), dengan hal ini memang harus tetap ada razia rutin dari pihak kepolisian untuk menindak pelanggar yang tidak membawa surat-surat tersebut” jelasnya.