Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) resmi membuka Program Studi Kedokteran Program Sarjana dan Pendidikan Profesi Dokter Fakultas Kedokteran (FK) berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Nomor 1087/B/O/2025. Peresmian program studi ini akan dilaksanakan pada Kamis (8/1) di Auditorium Kampus 1 UNIMMA dan menjadi tonggak penting bagi UNIMMA dalam memperluas kontribusi nyata di bidang kesehatan nasional, khususnya dalam penguatan layanan promotif dan preventif.
Dr. apt. Elmiawati Latifah, M.Sc., Ketua Tim Taskforce Pendirian FK UNIMMA mengatakan, pembukaan Program Studi Kedokteran ini merupakan bagian dari komitmen UNIMMA dalam mendukung agenda strategis pembangunan kesehatan nasional. “Fakultas Kedokteran UNIMMA memiliki kekhususan dan pencirian yang membedakannya dari pendidikan kedokteran lain, baik di tingkat nasional maupun internasional, yaitu fokus pada bidang kedokteran promotif dan preventif tahap sekunder dengan konsentrasi pada kasus hipertensi, serta dijiwai oleh nilai-nilai keislaman,” jelasnya.
Lebih lanjut disampaikan, keunggulan tersebut selaras dengan tantangan kesehatan global dan nasional. Secara global, hipertensi masih menjadi kontributor utama meningkatnya angka kematian akibat Cardiovascular Disease (CVD), terutama di kawasan Asia dan Afrika. “Kondisi ini menunjukkan bahwa hipertensi bukan hanya persoalan klinis, tetapi juga tantangan kesehatan masyarakat dunia yang membutuhkan pendekatan promotif dan preventif yang berkelanjutan,” tambahnya.
Adapun di tingkat nasional, Indonesia saat ini memiliki prevalensi hipertensi sebesar 34,1 persen, lebih tinggi dibandingkan India (28,5 persen), China (26 persen), dan Jepang (21 persen). Angka tersebut menempatkan Indonesia pada kategori risiko sedang hingga tinggi secara global, dengan tantangan besar pada aspek deteksi dini serta pengendalian dan kepatuhan pengobatan.
Elmi juga menjelaskan, pada tingkat regional, hipertensi menjadi penyakit paling dominan di Kota Magelang dengan estimasi mencapai 82.000 kasus, jauh melampaui penyakit lainnya. “Data dari RS PKU Muhammadiyah Temanggung sebagai Rumah Sakit Pendidikan Utama UNIMMA juga menunjukkan tingginya beban kasus hipertensi, baik pada layanan rawat jalan maupun rawat inap. Kondisi ini menegaskan urgensi penguatan manajemen penyakit kronik dan edukasi masyarakat secara berkelanjutan,” tuturnya.
Selain itu, pemilihan hipertensi sebagai fokus utama pendidikan kedokteran UNIMMA juga sejalan dengan arah kebijakan nasional. Hipertensi telah ditetapkan sebagai salah satu target prioritas dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029. Namun, program studi kedokteran di Indonesia yang secara khusus mengangkat pencirian pencegahan hipertensi masih sangat terbatas, sehingga diperlukan pendekatan pendidikan yang lebih mendalam dan terarah.
Melalui pembukaan Program Studi Kedokteran ini, UNIMMA menegaskan perannya sebagai perguruan tinggi yang responsif terhadap kebutuhan bangsa, sekaligus berkomitmen melahirkan dokter yang profesional, berkarakter islami, inovatif, dan berkontribusi nyata dalam peningkatan derajat kesehatan masyarakat Indonesia.