Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) resmi meluncurkan Program Studi Kedokteran Program Sarjana dan Program Studi Pendidikan Profesi Dokter Program Profesi Fakultas Kedokteran (FK) pada Kamis (8/1) di Auditorium Kampus 1 UNIMMA. Peluncuran ditandai secara simbolis melalui kubik peresmian oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Prof. Dr. Haedar Nashir, Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Budi Sadikin Gunadi, Ketua LLDIKTI Wilayah VI, Prof. Dr. Aisyah Endah Palupi, M.Pd., serta Rektor UNIMMA Dr. Lilik Andriyani, S.E., M.Si.
Adapun Surat Keputusan Izin Pembukaan Program Studi Kedokteran yang diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) diserahkan oleh Ketua LLDIkti VI kepada Rektor UNIMMA.
Dalam sambutannya, Rektor menyampaikan bahwa proses pendirian Fakultas Kedokteran merupakan perjuangan panjang yang dilalui UNIMMA selama tiga tahun. “Hari ini, lahirnya Fakultas Kedokteran UNIMMA menjadi tonggak sejarah penting bagi Universitas Muhammadiyah Magelang. Kehadiran fakultas baru ini merupakan wujud ikhtiar Muhammadiyah dalam dakwah amar ma’ruf nahi munkar, khususnya melalui dakwah pendidikan dan kesehatan, sekaligus menjadi kontribusi nyata dalam mendukung upaya nasional peningkatan kualitas dan pemerataan tenaga dokter di Indonesia,” ungkapnya.
Rektor menegaskan bahwa pendirian FK UNIMMA merupakan bagian dari rencana strategis pengembangan universitas. UNIMMA berkomitmen menghadirkan pendidikan kedokteran yang unggul secara akademik, profesional dalam praktik, beretika, berempati sosial, serta berlandaskan nilai-nilai Islam Berkemajuan. “Kami berkomitmen untuk menjaga mutu pendidikan, tata kelola yang baik, serta membangun kolaborasi berkelanjutan,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua LLDIKTI Wilayah VI Prof. Dr. Aisyah Endah Palupi, M.Pd. menyampaikan bahwa dari total 218 perguruan tinggi swasta yang berada di bawah LLDIKTI Wilayah VI, hanya 16 perguruan tinggi yang telah meraih akreditasi unggul dan memenuhi kriteria untuk membuka Fakultas Kedokteran. Dalam konteks tersebut, UNIMMA menjadi perguruan tinggi swasta ke-10 yang berhasil merealisasikan pendirian Fakultas Kedokteran. “Perjuangan yang cukup panjang, setelah UNIMMA memiliki predikat Unggul sejak Mei 2024, UNIMMA melakukan pembenahan diri secara masif dan berkesinambungan dan pada akhirnya program studi ini lahir,” ujarnya.
Lebih lanjut, Prof Aisyah mengatakan pembukaan prodi Kedokteran ini merupakan langkah strategis dan visioner yang mencerminkan kesiapan institusi dalam aspek tata kelola, sumber daya manusia, sarana dan prasarana serta jejaring rumah sakit pendidikan. “Atas nama Kemdiktisaintek saya menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada UNIMMA yang telah menghadirkan prodi kedokteran ini. Sejalan dengan kebijakan Kemdiktisaintek, perguruan tinggi memang dituntut untuk tidak hanya menghasilkan lulusan yang kompeten secara akademik tetapi juga dituntut untuk memiliki karakter, integritas, kemampuan adaptif, dan kepekaan sosial,” tuturnya.
Dengan diluncurkan Program Studi Kedokteran Program Sarjana dan Program Pendidikan Profesi Dokter tersebut, UNIMMA semakin menegaskan perannya sebagai perguruan tinggi Muhammadiyah yang terus berkontribusi aktif dalam pembangunan sumber daya manusia Indonesia, khususnya di bidang kesehatan, melalui pendidikan tinggi yang berkualitas dan berlandaskan nilai-nilai keislaman.