Penguatan karakter dan nilai Al Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) terus menjadi komitmen Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) dalam proses pendidikan mahasiswa. Upaya tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Baitul Arqam Mahasiswa (BAM) yang kali ini memasuki Angkatan ke-5. Mengawali rangkaian kegiatan BAM, diselenggarakan opening ceremony pada Jumat (9/1) di Auditorium Kampus 1 UNIMMA.

Baitul Arqam Mahasiswa Angkatan ke-5 diikuti oleh 939 mahasiswa semester 1, termasuk 37 peserta nonmuslim, dan mengusung tema “Menjadi Dahlan Muda di Era Digital”. Kegiatan tersebut akan dilaksanakan pada 23 Januari sampai dengan 3 Februari 2026 dan dibagi ke dalam enam gelombang.

Zuhron Arofi, M.Pd., Ketua Panitia Kegiatan dalam laporannya menyampaikan, Baitul Arqam merupakan bagian dari Mata Kuliah AIK yang wajib diikuti dan wajib lulus oleh seluruh mahasiswa UNIMMA. “Baitul Arqam merupakan rangkaian dari Mata Kuliah Al Islam dan Kemuhammadiyahan, sehingga wajib diikuti dan wajib lulus. Selama kegiatan, mahasiswa akan dipandu oleh instruktur dari Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Hizbul Wathon (HW), dan Tapak Suci Putra Muhammadiyah yang telah dilatih sebelumnya,” jelasnya.

Lebih lanjut, Zuhron menegaskan bahwa Baitul Arqam menjadi wahana kaderisasi Muhammadiyah di tingkat perguruan tinggi dalam menanamkan nilai-nilai AIK kepada mahasiswa. “Baitul Arqam merupakan salah satu bentuk kaderisasi di Muhammadiyah. Harapannya, mahasiswa yang kuliah di UNIMMA setelah lulus dapat menjadi bagian dari persyarikatan Muhammadiyah. Melalui Baitul Arqam inilah nilai-nilai AIK ditanamkan sejak dini,” ujarnya.

Sementara itu, Rektor UNIMMA, Dr. Lilik Andriyani, SE., M.Si., dalam sambutannya menekankan bahwa BAM merupakan wahana strategis untuk menyiapkan mahasiswa yang berakhlak mulia dan siap menghadapi tantangan zaman. “Baitul Arqam adalah wahana kaderisasi di tingkat universitas untuk menyiapkan mahasiswa berakhlak mulia. Sebagai mahasiswa UNIMMA, kalian memiliki nilai lebih dibandingkan mahasiswa dari perguruan tinggi lain karena memiliki dasar yang lebih kuat dari sisi etika, keislaman, dan nilai-nilai kemanusiaan,” tuturnya.

Rektor menambahkan, kecerdasan akademik harus berjalan seiring dengan pembentukan karakter. “Yang menjadi perhatian kita bersama bukan hanya pintar, tetapi pintar dan berakhlak mulia. Itulah cita-cita kita bersama sebagai bagian dari perguruan tinggi di bawah Persyarikatan Muhammadiyah,” tambahnya.

Adapun melalui Baitul Arqam Mahasiswa Angkatan ke-5 ini, UNIMMA menegaskan perannya dalam mencetak generasi Dahlan Muda yang berkarakter, berlandaskan nilai AIK, serta adaptif dan berkontribusi positif di era digital.