Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) terus menunjukkan komitmennya dalam penguatan kesehatan mental dan literasi digital generasi muda. Salah satunya melalui kegiatan pemaparan edukatif tentang Cyberbullying dan Empati Digital yang dilakukan oleh mahasiswa Program Studi Psikologi Fakultas Psikologi dan Humaniora (FPH) UNIMMA kepada siswa SMA Negeri 5 Magelang dan SMK Negeri 2 Magelang.
Ekyshita Kayla Putri, mahasiswa Psikologi UNIMMA mengatakan kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kesadaran pelajar terhadap dampak negatif cyberbullying sekaligus menumbuhkan empati dalam berinteraksi di ruang digital. “Kegiatan ini dikemas melalui pendekatan edukatif dan dialogis, kami mengajak para siswa memahami etika berperilaku di media sosial sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan mental diri sendiri maupun orang lain,” ujarnya.
Lebih lanjut dijelaskan bahwa cyberbullying merupakan bentuk perundungan yang terjadi di dunia maya dan sering kali tidak disadari dampaknya. “Cyberbullying ini bisa berupa komentar negatif, penyebaran informasi pribadi tanpa izin, sampai penggunaan akun palsu untuk menjatuhkan orang lain. Dampaknya tidak hanya dirasakan korban, tetapi juga mempengaruhi pelaku dan lingkungan sosial secara luas,” jelasnya.
Selain membahas cyberbullying, kegiatan juga menekankan pentingnya empati digital sebagai nilai utama dalam interaksi daring. Empati digital dimaknai sebagai kemampuan memahami dan menghargai perasaan orang lain, meskipun komunikasi dilakukan melalui layar. “Empati tidak hanya berlaku di dunia nyata, tetapi juga di dunia digital. Dengan berpikir sebelum berkomentar dan menyebarkan informasi positif, kita bisa menciptakan ruang digital yang lebih aman dan sehat,” tambahnya.
Adapun seluruh materi disampaikan dengan bahasa yang sederhana dan dekat dengan keseharian siswa, sehingga mudah dipahami dan relevan dengan pengalaman mereka sebagai pengguna aktif media sosial. Para siswa juga diajak berdiskusi tentang kasus-kasus yang sering muncul di ruang digital, sekaligus belajar cara menyikapinya secara bijak.
Melalui kegiatan tersebut, UNIMMA berharap para pelajar dapat menjadi generasi digital yang tidak hanya cakap teknologi, tetapi juga memiliki kesadaran etis, empati, dan tanggung jawab sosial dalam bermedia. Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat, yang terus dikembangkan oleh UNIMMA secara berkelanjutan.