Badan Perencanaan dan Pengembangan (BPP) Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) menerima kunjungan Badan Perencanaan dan Pengembangan (BPP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) dalam agenda sharing session dan studi banding. Kegiatan dilaksanakan di Ruang Sidang Rektorat Kampus 2 UNIMMA pada Kamis (29/1).

Kepala BPP UMS, Ir. Munajat Tri Nugroho, S.T., M.T., Ph.D., menyampaikan, kunjungan tersebut bertujuan untuk memperdalam pemahaman terkait praktik perencanaan yang telah dijalankan UNIMMA, khususnya dalam merespons dinamika dan tantangan perguruan tinggi yang terus berkembang. “Kedatangan kami ke sini, ingin melakukan sharing tentang best practice yang dilakukan oleh UNIMMA serta manajemen risiko untuk menanggapi dinamika Perguruan Tinggi yang semakin hari semakin besar, perubahan tidak bisa dihindari namun harus kita bisa hadapi,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, rombongan BPP UMS diterima langsung oleh Kepala BPP UNIMMA, Prof. Dr. Muji Setiyo, MT yang dalam kesempatan tersebut memaparkan profil UNIMMA sekaligus menjelaskan peran strategis BPP sebagai unit yang berfungsi memfilter dan mengkaji berbagai kebijakan sebelum ditetapkan sebagai keputusan institusional. “BPP berperan sebagai unit yang memastikan setiap keputusan yang diambil pimpinan didasarkan pada kajian yang kuat. Kami berupaya agar kebijakan yang lahir bukan sekadar asumsi, tetapi memiliki dasar data dan analisis yang jelas,” jelasnya.

Lebih lanjut, Prof. Muji menuturkan, salah satu produk utama BPP UNIMMA adalah kajian strategis yang mengedepankan pendekatan evidence-based decision making. Pendekatan ini menjadi transformasi dari pola pengambilan keputusan berbasis asumsi menuju keputusan berbasis data dan fakta. “Sebagai contoh, pada tahun 2025 kami baru benar-benar memahami bahwa UNIMMA memiliki tantangan pada aspek brand awareness. Dari situ, BPP menyusun kajian strategis terkait usulan peningkatan brand awareness di platform digital, yang dilengkapi dengan analisis komparasi posisi UNIMMA dengan PTMA lain di wilayah Jawa Tengah dan DIY,” tambahnya.

Melalui forum tersebut, kedua institusi saling bertukar pandangan dan pengalaman, sehingga diharapkan dapat menjadi referensi bersama dalam penguatan peran BPP di masing-masing perguruan tinggi.