Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) memperoleh penghargaan Inklusi Perpajakan dari Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (Kanwil DJP) Jawa Tengah II. Piagam penghargaan diserahkan pada Jumat (30/1) di Gedung FEB UNIMMA oleh perwakilan DJP Jawa Tengah II, Waruno Suryohadi, kepada Dr. Rochiyati Murniningsih, M.P, dosen kewirausahaan FEB UNIMMA sekaligus penggagas integrasi materi perpajakan dalam mata kuliah.
Dr. Rochiyati menyampaikan, penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas konsistensi FEB UNIMMA dalam menginternalisasikan nilai-nilai perpajakan melalui proses pembelajaran, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat. “Inisiatif tersebut telah dijalankan secara berkelanjutan sejak tahun akademik 2004–2005, salah satunya melalui mata kuliah Kewirausahaan pada Program Studi Akuntansi,” ujarnya.
Lebih lanjut, dijelaskan, dalam implementasinya, inklusi perpajakan tidak hanya diposisikan sebagai materi pendukung, tetapi menjadi bagian dari pembentukan cara pandang mahasiswa terhadap peran pajak dalam pembangunan nasional. “Pendekatan pembelajaran diarahkan untuk menumbuhkan kesadaran kritis mahasiswa, khususnya dalam memahami relasi antara kewirausahaan, tantangan pembangunan Indonesia, serta tanggung jawab perpajakan sebagai warga negara,” jelasnya.
Sebagai Ketua Pusat Studi UMKM dan Entrepreneurship (SMART Center) FEB UNIMMA yang melibatkan sekitar 250 pelaku UMKM, Dr. Rochiyati bersama mahasiswa dan dosen terlibat langsung dalam pendampingan UMKM melalui berbagai program kolaboratif dengan industri dan mitra eksternal, termasuk edukasi mengenai kewajiban perpajakan untuk meningkatkan literasi dan kepatuhan pajak di tingkat akar rumput.
Sementara itu, Dekan FEB UNIMMA, Dr. Wawan Sadtyo Nugroho, S.E., M.Si., Ak., C.A., menyampaikan bahwa penghargaan tersebut menjadi penguat komitmen fakultas dalam mendukung program inklusi perpajakan sebagai bagian dari pembentukan karakter kebangsaan mahasiswa. Menurutnya, sinergi dengan Direktorat Jenderal Pajak, khususnya KPP Pratama, serta Lembaga Pengembangan dan Pelatihan (LPP), memiliki peran strategis dalam membekali mahasiswa dengan kompetensi yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja. “Pembekalan tersebut tidak hanya mendukung proses pembelajaran di kelas, tetapi juga memperkuat implementasi kebijakan Kampus Berdampak, seperti kegiatan magang dan program sertifikasi kompetensi yang dibutuhkan mahasiswa,” tuturnya.
Adapun Dekan berharap, kerja sama dengan KPP Pratama dapat terus berlanjut dan terdokumentasi secara berkesinambungan dalam berbagai program implementatif. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu memberikan manfaat timbal balik, baik bagi institusi pendidikan maupun otoritas perpajakan, sekaligus memperkuat kepercayaan antara dunia akademik dan pemangku kebijakan.
Capaian ini sekaligus menjadi bagian dari langkah UNIMMA dalam mengembangkan pendidikan tinggi yang relevan dengan kebutuhan zaman. Melalui kerja sama dengan berbagai pihak, UNIMMA terus berupaya menghadirkan pembelajaran yang kontekstual dan mendukung agenda nasional dalam peningkatan literasi dan kesadaran perpajakan yang inklusif dan berkelanjutan.