Biro Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) menggelar Pelatihan Standar Pelayanan Unggul sebagai bagian dari program pengembangan kompetensi tenaga kependidikan (tendik), yang mencakup aspek kepribadian, sosial, dan profesional. Pelatihan dengan tema Serve Smart, Stay Mindful tersebut dilaksanakan pada Selasa dan Rabu (3–4/2) di Joglo Mbah Doel, Jogonegoro, Mertoyudan, Magelang, dan diikuti oleh 137 tendik UNIMMA yang dibagi ke dalam dua gelombang.

Kegiatan secara resmi dibuka oleh Rektor UNIMMA, Dr. Lilik Andriyani, SE., M.Si. Dalam sambutannya, Rektor menegaskan bahwa pelatihan pelayanan merupakan agenda penting yang perlu dilakukan secara berkelanjutan sebagai bentuk penyegaran dan penguatan budaya mutu di lingkungan kampus. “Pelatihan seperti ini idealnya diagendakan secara rutin, ini menjadi ruang refleksi dan refresh bagi kita semua, karena UNIMMA sangat bergantung pada kualitas layanan yang diberikan oleh seluruh tendik sebagai garda terdepan kampus,” ujarnya.

Rektor juga menekankan, pelayanan yang diberikan dengan hati, keikhlasan, dan niat ibadah akan berdampak langsung pada citra dan kepercayaan publik terhadap UNIMMA. “Tendik di sini melayani dosen, mahasiswa, orang tua mahasiswa, teman antar unit sampai dengan tamu yang datang ke UNIMMA. Ketika layanan kita baik, persepsi publik akan semakin positif, mahasiswa bertambah, dan manfaatnya kembali kepada kita semua,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala BPSDM UNIMMA, Dr. Ahwy Oktradiksa, M.Pd.I., menjelaskan, pelatihan dirancang dalam dua gelombang agar seluruh tendik dapat mengikuti kegiatan secara optimal. “Pelatihan ini dilaksanakan dalam dua gelombang dengan jumlah peserta yang terbagi, sehingga proses internalisasi materi dapat berjalan lebih efektif. Kami ingin memastikan bahwa pelatihan ini tidak berhenti pada sertifikat, tetapi benar-benar diimplementasikan dalam praktik pelayanan sehari-hari,” jelasnya.

Lebih lanjut disampaikan pentingnya menumbuhkan sense of belonging terhadap institusi sebagai fondasi utama dalam membangun kualitas pelayanan. “Saya yakin Bapak dan Ibu tendik UNIMMA memiliki sense of belonging yang tinggi terhadap kampus ini. UNIMMA telah menjadi rumah kedua, tempat beraktivitas sejak pagi sampai sore hari,” ungkapnya.

Ahwy berharap peserta memperoleh insight yang bermakna, mulai dari penguatan mental hingga peningkatan kualitas pelayanan prima yang kemudian ditindaklanjuti dengan refleksi dan rencana tindak lanjut berupa pernyataan mutu.

Adapun dalam pelatihan tersebut menghadirkan dua narasumber, yaitu Dr. Hermahayu, M.Si., dosen Fakultas Psikologi dan Humaniora (FPH) UNIMMA yang menyampaikan materi “Mental Prima sebagai Fondasi Pelayanan Unggul”, serta Pristi Sukmasetya, S.Kom., M.Kom., dosen Fakultas Teknik (FT) UNIMMA sekaligus public speaking coach, yang memaparkan materi “Every Interaction Matters: Elevating Campus Service Standards”.

Melalui pelatihan ini, UNIMMA tidak hanya berupaya meningkatkan keterampilan pelayanan tenaga kependidikan tetapi juga membangun budaya mutu dan pelayanan unggul.