Sebagai bagian dari rangkaian Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM), Fakultas Hukum (FH) Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) bersama Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Kabupaten Magelang menggelar edukasi literasi hukum dan digital di SMK Muhammadiyah Salaman. Kegiatan dengan tema “Hak Kekayaan Intelektual Dalam Era Kecerdasan Buatan: Peningkatan Kesadaran Haki Bagi Gen Z” tersebut bertujuan membekali para siswa agar tidak hanya mahir menciptakan konten dengan AI, tetapi juga sadar terhadap perlindungan hukum atas karya kreatif mereka.

Dalam kesempatan tersebut, narasumber pertama, Dr. Chrisna Bagus Edhita Praja, S.H., M.H., dosen Hukum UNIMMA mengulas berbagai kasus pelanggaran HKI yang viral di jagat maya, mulai dari sengketa merek kuliner hingga klaim karya seni digital. Melalui contoh nyata, siswa diajak memahami pentingnya perlindungan hukum. “Hak Kekayaan Intelektual berfungsi sebagai the guardian atau pelindung utama bagi setiap ide kreatif yang lahir dari tangan kalian semua,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan secara sederhana perbedaan antara hak cipta, merek, dan paten agar siswa mampu membedakan bentuk perlindungan sesuai jenis karya yang dihasilkan. “Jangan sampai karya hebat kalian diklaim orang lain hanya karena kita lalai mendaftarkannya. HKI adalah benteng pertahanan bagi kreativitas kalian,” tambahnya.

Selanjutnya, narasumber kedua, Alan Kusuma, M.I.Kom., dosen Ilmu Komunikasi UNIMMA membahas sisi praktis dunia digital tentang perkembangan algoritma media sosial tahun 2026 yang semakin dipengaruhi personalisasi berbasis AI. “Di tahun 2026 ini, konten bukan lagi soal kuantitas, tapi soal relevansi dan value. Kalian bisa memanfaatkan AI untuk membantu riset atau mengedit konten agar lebih efisien, tapi ingat, originality tetaplah kunci yang dilindungi oleh HKI,” jelasnya.

Untuk memperkuat pemahaman peserta, Alan mengajak siswa melakukan pemetaan minat secara langsung dan mengenali potensi diri sebelum memproduksi konten, sehingga karya yang dihasilkan tidak sekadar mengikuti tren, tetapi memiliki identitas yang kuat. Dalam sesi tersebut, juga diberikan demonstrasi singkat penggunaan sejumlah tools AI yang ramah pelajar, sekaligus menekankan pentingnya memanfaatkan teknologi secara bijak dan bertanggung jawab.

Adapun Wakil Kepala SMK Muhammadiyah Salaman, Anis Kurniati, S.Kom, menyampaikan apresiasi terhadap materi yang dinilai sangat relevan dengan kebutuhan siswa vokasi yang akrab dengan karya digital dan teknologi terapan. “Kami sangat mengapresiasi kehadiran tim UNIMMA dan PDPM. Bagi siswa SMK, karya adalah napas harian mereka, baik itu desain, program, maupun konten digital. Ilmu tentang HKI dan AI ini adalah bekal yang sangat mahal bagi mereka sebelum terjun ke dunia industri atau berwirausaha. Kami ingin lulusan kami tumbuh menjadi kreator yang cerdas dan terlindungi secara hukum,” ungkapnya.

Melalui pemaparan yang interaktif dan aplikatif, siswa diajak memahami bahwa kecakapan digital perlu berjalan seiring dengan kesadaran hukum. UNIMMA berharap penguatan literasi ini mampu melahirkan generasi kreator muda yang inovatif, adaptif, serta memiliki pemahaman hukum yang kuat dalam menjaga karya dan gagasannya.