Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) menerima kunjungan benchmarking dari Institut Teknologi Statistika dan Bisnis Muhammadiyah (ITESA) Semarang pada Selasa (24/2) di Ruang Sidang Kampus 2 UNIMMA. Kegiatan membahas tentang Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) sebagai bagian dari penguatan tata kelola akademik dan perluasan akses pendidikan tinggi.

Rombongan ITESA dipimpin langsung oleh Rektor ITESA, Nurul Huda, S.Kom., M.Kom., dan disambut oleh Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Digitalisasi UNIMMA, Prof. Yun Arifatul Fatimah, M.T., Ph.D., beserta jajaran.

Dalam sambutannya, Rektor ITESA menyampaikan harapannya agar silaturahmi tersebut membawa kebermanfaatan bersama. “Besar harapan kami silaturahim pada hari ini bisa membawa kebermanfaatan sebagai amal jariyah bersama, sehingga ITESA bisa tumbuh seperti UNIMMA. Harapan kami juga, ilmu yang akan kami dapatkan dari transfer knowledge pagi hari ini bisa membawa keberkahan dan nanti dapat kami implementasikan di ITESA untuk memulai membuka program Rekognisi Pembelajaran Lampau ini,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa posisi ITESA yang berada di kawasan industri menjadi peluang strategis untuk pengembangan RPL, khususnya bagi karyawan. “Mengingat kami berada di kota industri, sangat disayangkan jika peluang ini tidak kami ambil, karena RPL ini targetnya memang karyawan,” tambahnya.

Sementara itu, Wakil Rektor I UNIMMA, menyambut baik kunjungan tersebut sebagai ruang refleksi dan penguatan bersama dalam implementasi RPL. “Kami ucapkan selamat datang kepada rombongan ITESA. Kami berharap benchmarking ini tidak hanya memberikan positive impact bagi teman-teman yang hadir di sini, tetapi juga merefresh kami kembali. Sharing session ini harapannya semakin meningkatkan awareness kita, terutama bagaimana rekognisi pembelajaran lampau diimplementasikan di universitas,” tuturnya.

Lebih lanjut, Prof Yun menjelaskan bahwa UNIMMA telah mengimplementasikan RPL sejak tahun 2021 sebagai bentuk penghargaan bagi para profesional yang telah memiliki pengalaman kerja. “Ketika kami mengimplementasikan ini di tahun 2021, harapannya bukan hanya membuka peluang penerimaan mahasiswa baru, tetapi juga memberikan penghargaan bagi teman-teman yang sudah bekerja dan berpengalaman, agar mereka bisa menyelesaikan atau meraih gelar sarjana di UNIMMA,” jelasnya.

Prof Yun juga mengatakan, implementasi RPL memiliki tantangan tersendiri, mulai dari aspek asesmen hingga pelaporan ke Dikti, sehingga kualitas tetap menjadi prioritas. “Implementasi RPL ini memang gampang-gampang susah. Ada keterkaitan dengan pelaporan ke Dikti dan bagaimana memastikan asesmen benar-benar sesuai, tidak asal-asalan. Itu menjadi salah satu tantangan kami,” tegasnya.

Meski demikian, UNIMMA tetap menjaga proporsi dan kualitas penerimaan mahasiswa melalui skema tersebut. “Tapi memang sampai saat ini jumlah mahasiswa RPL masih sekitar satu persen, tidak lebih dari itu, karena kami tetap memprioritaskan penerimaan mahasiswa baru pada jalur reguler,” jelasnya.

Dengan kegiatan tersebut, UNIMMA menegaskan komitmennya untuk terus membuka ruang kolaborasi antarperguruan tinggi Muhammadiyah serta memperkuat implementasi RPL sebagai bagian dari upaya menghadirkan pendidikan tinggi yang inklusif, adaptif, dan tetap menjaga mutu akademik.