Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) kembali menorehkan prestasi akademik dengan bertambahnya dosen bergelar doktor. Lilis Madyawati, dosen Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PG-PAUD) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), resmi meraih gelar doktor dalam bidang Studi Islam dengan konsentrasi Pendidikan Anak Usia Dini Islam setelah melaksanakan ujian terbuka promosi doktor pada Program Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta pada Senin (6/4).

Dengan promotor Prof. Dr. Nurjannah, M.Si dan Dr. Hibana, S.Ag., M.Pd, Lilis memaparkan disertasi berjudul “Dinamika Negosiasi Budaya dan Pengasuhan Anak pada Empat Keluarga Muslim Antaretnis di Kecamatan Borobudur Magelang”.

Dalam paparannya, Lilis menjelaskan, penelitiannya dilatarbelakangi oleh meningkatnya mobilitas sosial masyarakat yang mendorong intensitas perjumpaan lintas budaya. Hal tersebut turut memicu terbentuknya keluarga muslim antaretnis yang menghadirkan dinamika tersendiri dalam praktik pengasuhan anak. “Fenomena keluarga muslim antaretnis menjadi menarik untuk dikaji karena di dalamnya terjadi proses negosiasi nilai, budaya, dan ajaran Islam secara simultan. Pengasuhan anak tidak hanya dipengaruhi oleh satu budaya, tetapi merupakan hasil interaksi berbagai latar belakang yang terus berkembang,” ungkapnya.

Lebih lanjut, hasil penelitiannya menunjukkan bahwa praktik pengasuhan anak dalam keluarga muslim antaretnis bersifat kompleks dan dinamis. Budaya lokal, khususnya budaya Jawa sebagai lingkungan dominan, memiliki pengaruh kuat, namun tidak sepenuhnya mendominasi. Nilai-nilai tersebut terus dinegosiasikan dengan budaya lain seperti Minangkabau dan Sunda, sehingga melahirkan pola pengasuhan yang adaptif dan kontekstual. “Pengasuhan dalam keluarga antaretnis pada akhirnya membentuk pola hibrida yang fleksibel. Orang tua mengembangkan berbagai strategi, mulai dari asimilasi hingga bikulturalisme, untuk menanamkan nilai moral, identitas, dan karakter anak sejak usia dini,” tambahnya.

Lilis juga menegaskan bahwa novelty dari penelitian ini terletak pada upaya memahami bagaimana keluarga muslim antaretnis mengelola perbedaan budaya sebagai modal dalam membentuk identitas dan nilai anak.

Dengan capaian tersebut, UNIMMA berharap semakin memperkuat kualitas sumber daya manusia, khususnya di bidang pendidikan anak usia dini, serta memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan keilmuan dan praktik pendidikan yang relevan dengan masyarakat multikultural.