Dosen Fakultas Teknik (FT) Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA), Prof. Dr. Ir. Muji Setiyo, MT, berhasil meraih pendanaan dalam Program Hilirisasi Riset Prioritas dan Strategis (SINERGI) Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Pendanaan diperoleh melalui skema Hilirisasi Riset Prioritas-Inovasi Komersial (BOPTN) dengan judul proposal “Sistem Pemanas Air Hemat Energi Berbasis Panas Buangan AC dan Energi Surya pada Dapur MBG”.

Capaian tersebut menjadi wujud komitmen UNIMMA dalam mendorong kontribusi nyata akademisi terhadap penyelesaian persoalan di masyarakat, khususnya dalam bidang energi terbarukan dan efisiensi energi.

Prof. Muji menjelaskan bahwa gagasan risetnya berangkat dari kondisi riil di lapangan, khususnya pada operasional dapur MBG (Makan Bergizi Gratis) yang masih menghadapi tantangan dalam penggunaan energi. “Berdasarkan fakta riil, bahwa terlepas dari semua tujuan baiknya, implementasi dapur MBG masih memiliki beberapa ketidaksesuaian dengan standar ideal, terutama dalam penggunaan energi. Misalnya, semakin banyaknya dapur MBG yang masih mengandalkan listrik untuk pemanasan air, ini meningkatkan konsumsi energi secara signifikan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Prof. Muji menuturkan, inovasi yang dikembangkan berfokus pada pemanfaatan renewable energy sebagai solusi alternatif. “Kami di Fakultas Teknik mencoba merancang sebuah system thermal yang memanfaatkan buangan kondensor sistem AC dan memanfaatkan potensi panas matahari yang melimpah di Magelang untuk dikonversi menjadi pemanas air. Sehingga harapannya nanti, air-air panas yang ada di dapur-dapur MBG tidak lagi menggunakan Listrik PLN tapi menggunakan renewable energy,” jelasnya.

Menurutnya, riset ini juga menjadi bentuk kontribusi konkret dunia akademik dalam menjawab berbagai isu strategis di masyarakat. “UNIMMA melalui para akademisinya tidak hanya memberikan pandangan terhadap suatu program, tetapi juga menghadirkan solusi. Ketika ada persoalan di dapur MBG, kami ingin menunjukkan bahwa bidang teknik mampu memberikan inovasi yang aplikatif,” tambahnya.

Ia berharap, inovasi tersebut tidak hanya berhenti pada tahap penelitian, tetapi juga dapat memberikan dampak luas bagi masyarakat. “Jika riset ini berhasil, ke depan dapat diperluas penggunaannya, tidak hanya di dapur MBG tetapi juga di sektor usaha kecil seperti warung dan restoran. Ini menjadi bagian dari upaya mendorong penyediaan energi yang terjangkau dan berkelanjutan,” ungkapnya.

Prof. Muji juga optimistis, pengembangan energi alternatif dapat mempercepat terwujudnya kemandirian energi nasional. “Apabila inovasi ini terus dikembangkan dan diimplementasikan secara luas, maka target kemandirian energi Indonesia bukan hal yang mustahil untuk dicapai lebih cepat,” tegasnya.

Melalui capaian tersebut, UNIMMA kembali menegaskan perannya sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya unggul dalam pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga aktif menghadirkan inovasi yang berdampak bagi masyarakat dan mendukung pembangunan berkelanjutan.