Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) kembali meluluskan tenaga kesehatan profesional melalui Wisuda dan Angkat Sumpah Periode Akademik 2025/2026 Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker (PSPPA) Fakultas Ilmu Kesehatan (Fikes). Acara dilaksanakan pada Jumat (1/5) di Auditorium Kampus 1 UNIMMA.
Prosesi pengambilan sumpah apoteker dipimpin oleh Ketua PSPPA dan didampingi rohaniawan, yang kemudian diikuti oleh seluruh apoteker dengan penuh kekhidmatan. Rangkaian acara dilanjutkan dengan penyerahan sertifikat profesi dan sertifikat kompetensi.
Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Digitalisasi UNIMMA, Prof. Yun Arifatul Fatimah, M.T., Ph.D., dalam sambutannya menyampaikan rasa bangga atas capaian para lulusan apoteker UNIMMA. Ia menegaskan bahwa momen tersebut menjadi awal perjalanan pengabdian yang lebih luas. “Ini menjadi kebanggaan bagi UNIMMA. Kami melihat wajah optimis apoteker-apoteker UNIMMA yang siap untuk mengabdi bagi masyarakat, tidak hanya di tingkat nasional atau lokal tapi juga siap untuk melalangbuana ke kancah internasional,” ujarnya.
Lebih lanjut, Prof. Yun menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara kompetensi dan nilai kemanusiaan di tengah perkembangan teknologi. “Kami berharap lulusan apoteker UNIMMA menjadi lulusan yang professional, kompeten, punya integritas mulai dari jujur, bertanggungjawab dan yang paling penting adalah empati. Karena lingkungan kita penuh dengan teknologi dan teknologi tidak mengenal kemanusiaan, inilah yang harus menjadi keunggulan dari apoteker UNIMMA untuk menjadi apoteker yang berdedikasi tinggi,” tuturnya.
Sementara itu, perwakilan Kolegium Farmasi, Prof. apt. Didik Setiawan, M.Sc., Ph.D., membacakan sambutan Ketua Kolegium Farmasi yang menegaskan makna penting sumpah apoteker sebagai tonggak awal pengabdian. “Hari ini adalah penanda lahirnya tanggung jawab professional. Ini adalah momen ketika ilmu, integritas, dan kemanusiaan bertemu dalam satu janji yaitu sumpah apoteker,” ungkapnya.
Disebutkan, kelulusan uji kompetensi apoteker merupakan cerminan kesiapan minimal, bukan jaminan kesiapan menghadapi realitas. “Ketika saudara melangkah dari ruang akademik menuju masyarakat, saudara akan berhadapan dengan kenyataan yang lebih kompleks, antara lain pasien dengan berbagai latar belakang sosial, fasilitas Kesehatan dengan berbagai keterbatasan, ketimpangan akses layanan hingga tuntutan untuk mengambil keputusan dalam kondisi yang tidak ideal. Di situlah kompetensi yang sejati akan diuji, disitulah integritas menemukan maknanya,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa profesi apoteker tidak hanya berfokus pada obat, tetapi juga pada nilai kemanusiaan. “Profesi ini bukan hanya tentang obat, tetapi tentang manusia. Saudara akan menjadi bagian dari sistem kesehatan yang sedang menghadapi tantangan besar. Dalam menghadapi semua itu yang tidak boleh hilang adalah nilai kemanusiaan dan kompetensi dalam pelayanan,” tegasnya.
Pada kesempatan tersebut, UNIMMA juga memberikan penghargaan kepada lulusan terbaik meliputi nilai OSCE terbaik diraih oleh apt. Novita Putri Dewita Sari, S.Farm. dan apt. Fadillah Sinka, S.Farm. Selanjutnya, nilai CBT terbaik diraih oleh apt. Mayla Eka Nadia, S.Farm., serta IPK tertinggi diraih oleh apt. Shafira Syabilla Firda Monada, S.Farm. dengan IPK 3,99.
Adapun melalui prosesi tersebut, UNIMMA tidak hanya meluluskan apoteker baru, tetapi juga meneguhkan komitmen untuk menghadirkan tenaga kesehatan yang kompeten, berintegritas, dan menjunjung tinggi nilai kemanusiaan. Para apoteker yang disumpah diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam pelayanan kesehatan, adaptif terhadap perkembangan zaman, serta memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.