Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) menyambut kehadiran para kader Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) dalam agenda Holistic IMM Care. Kegiatan diselenggarakan oleh Dewan Pimpinan Daerah (DPD) IMM Jawa Tengah dan DIY dengan tema “Holistic Disaster Response dalam Meningkatkan Ketangguhan Relawan IMM”. Pembukaan kegiatan dilaksanakan pada Jumat (22/5) di Auditorium Kampus 1 UNIMMA.
Rektor UNIMMA, Dr. Lilik Andriyani, S.E., M.Si., menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada UNIMMA sebagai tuan rumah. Ia menekankan pentingnya kesiapsiagaan mahasiswa dalam menghadapi potensi bencana di wilayah Jawa Tengah dan DIY. “Wilayah DIY dan Jawa Tengah memiliki potensi alam yang luar biasa indah, namun juga memiliki risiko kebencanaan yang tinggi, seperti erupsi Gunung Merapi, gempa bumi, hingga tanah longsor. Tentu dengan segala jenis kebencanaan itu, kegiatan ini sangat visioner. Kami berharap mahasiswa mampu membangun ketangguhan yang berdampak, baik secara fisik, medis, psikologis, maupun teologis,” ujarnya.
Senada dengan hal tersebut, Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah, Drs. H. Wahyudi, M.Pd., turut mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan yang dinilai strategis dalam membentuk karakter kepemimpinan kader IMM. “Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini. Dalam pelatihan holistic care, setidaknya ada tiga aspek yang perlu dipadukan, yakni kesehatan fisik, mental, dan emosional. Sebagai calon pemimpin, ketiganya harus dirawat agar memiliki kekuatan yang utuh,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Bidang Pembinaan Kesehatan Umum, Kesejahteraan Sosial, dan Resiliensi Bencana, dr. H. Agus Taufiqurrohman, Sp.S., M.Kes., yang membuka kegiatan, menegaskan bahwa semangat kerelawanan dalam kebencanaan telah menjadi bagian dari sejarah panjang Muhammadiyah. “Kami menyambut baik kegiatan ini. Dalam sejarahnya, kiprah relawan kebencanaan Muhammadiyah sudah dimulai sejak letusan Gunung Kelud tahun 1919. Sejak sebelum Indonesia merdeka, Muhammadiyah telah hadir membantu masyarakat terdampak bencana. Ini menjadi bagian penting yang harus terus dilanjutkan oleh kader-kader IMM ke depan,” tuturnya.
Melalui kegiatan Holistic IMM Care, UNIMMA berharap dapat terus berkontribusi dalam menghadirkan ekosistem pembelajaran yang tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga penguatan nilai kemanusiaan dan kepemimpinan. Kehadiran para kader IMM di UNIMMA diharapkan menjadi momentum kolaborasi yang memperkuat peran generasi muda dalam membangun ketangguhan masyarakat, khususnya dalam menghadapi berbagai tantangan kebencanaan di Indonesia.