Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) mengimplementasikan kerja sama internasional bersama Batangas State University, Filipina melalui partisipasi dalam webinar internasional. Kegiatan merupakan bagian dari program Communication Lecture Series Initiative yang mengusung tema “English for Legal and Criminological Researches in Pursuit of Academic Excellence” dan dilaksanakan secara daring melalui Zoom pada Kamis (28/5).
Kegiatan tersebut mempertemukan akademisi lintas negara untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman di bidang hukum dan kriminologi.
Ns. Nurul Purborini, S.Kep., MS., Ph.D., Sekretaris Kantor Urusan Kerja Sama (KUK) UNIMMA, menyampaikan apresiasi atas kesempatan yang diberikan kepada UNIMMA untuk kembali terlibat dalam kolaborasi internasional tersebut. Menurutnya, partisipasi ini menjadi ruang strategis bagi UNIMMA untuk memperkuat jejaring akademik sekaligus memperluas perspektif riset. “Kami menyampaikan terima kasih atas kesempatan yang diberikan kepada UNIMMA untuk berpartisipasi dalam kolaborasi melalui program Communication Lecture Series Initiative. Dari kolaborasi ini, kami berharap UNIMMA dapat berbagi hasil riset dan kajian di bidang hukum serta kriminologi, sekaligus memperoleh perspektif baru dalam pengembangan riset hukum dan kriminologi,” ujarnya.
Nurul juga menyampaikan apresiasi kepada College of Criminology Justice Education, Batangas State University karena ini merupakan kali ketiga UNIMMA terlibat dalam kegiatan lecture series tersebut. Ia berharap kerja sama yang telah terjalin dapat terus berkembang lebih kuat di masa mendatang.
Dalam kesempatan tersebut, Dosen Fakultas Hukum (FH) UNIMMA, Dr. Yulia Kurniaty, S.H., M.H., hadir sebagai pembicara dengan materi berjudul “Cyberbullying: What and Why?”. Pada paparannya, Yulia menjelaskan pengertian cyberbullying, berbagai bentuk tindakan, motif pelaku, dampak yang ditimbulkan, hingga upaya penanganan cyberbullying oleh pemerintah Indonesia.
Yulia menjelaskan bahwa cyberbullying dapat memberikan dampak serius bagi korban, baik secara psikologis maupun emosional. “Cyberbullying bukan hanya persoalan candaan di dunia digital, tetapi dapat berdampak besar terhadap kesehatan mental korban, seperti rasa malu, rendah diri, depresi, hingga munculnya pikiran untuk bunuh diri. Karena itu, kesadaran bersama untuk menciptakan ruang digital yang aman menjadi sangat penting,” jelasnya.
Adapun melalui partisipasi aktif dalam forum internasional tersebut, UNIMMA terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat kolaborasi global, memperluas kontribusi akademik, serta mendorong pengembangan wawasan mahasiswa dan dosen di tingkat internasional.