Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Forum Ramah Difabel (FORDA) Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) menjadi narasumber dalam podcast yang diselenggarakan oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Magelang. Kegiatan bertajuk “Demokrasi Tanpa Sekat: Mewujudkan Ruang Inklusif sebagai Upaya Konkret Memastikan No One Left Behind” dilaksanakan pada Kamis (28/5) dan membahas pentingnya inklusivitas dan aksesibilitas bagi penyandang disabilitas dalam pelaksanaan pemilu.

Ketua FORDA UNIMMA, Rama Sayudhia, menyampaikan sejumlah pandangan dan aspirasi terkait penyelenggaraan pemilu yang ramah bagi seluruh warga negara, termasuk penyandang disabilitas. Menurutnya, upaya mewujudkan pemilu inklusif perlu didukung dengan pendataan disabilitas yang lebih rinci di setiap Tempat Pemungutan Suara (TPS). “Ketika data disabilitas sudah jelas, maka aksesibilitas di TPS dapat disesuaikan dengan kebutuhan pemilih. Misalnya, bagi pemilih tunanetra, surat suara dapat disediakan dalam huruf braille sehingga hak pilih dapat digunakan secara mandiri,” ujarnya.

Selain aksesibilitas layanan, Rama juga menyoroti pentingnya pengawasan terhadap pendamping pemilih tunanetra. Menurutnya, mekanisme pendampingan perlu diawasi agar tidak terjadi pengarahan pilihan politik yang berpotensi mengurangi kebebasan pemilih dalam menentukan hak suaranya.

Aspek aksesibilitas fisik turut menjadi perhatian dalam diskusi tersebut. Rama menyampaikan bahwa lokasi TPS sebaiknya mudah dijangkau oleh pengguna kursi roda maupun alat bantu mobilitas lainnya, seperti tongkat. Penyediaan TPS di lantai dasar tanpa hambatan tangga dinilai menjadi salah satu langkah sederhana namun penting dalam mendukung partisipasi pemilih disabilitas.

Pada kesempatan yang sama, hadir pula Mariyat dan Alip Nurokhim dari Komunitas Bina Akses (Komunitas Disabilitas Daksa) yang menyampaikan pandangan serupa mengenai pentingnya penguatan akses dan layanan bagi penyandang disabilitas dalam proses demokrasi. Salah satu gagasan yang mengemuka adalah penerapan layanan pemungutan suara keliling bagi penyandang disabilitas, lansia, maupun kelompok rentan yang mengalami keterbatasan untuk datang langsung ke TPS.

Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran, Data, dan Informasi Bawaslu Kabupaten Magelang, Fauzan Rofiqun, S.Ag., menyampaikan apresiasi atas kontribusi yang diberikan oleh UKM FORDA UNIMMA dan komunitas disabilitas dalam memberikan masukan terkait penyelenggaraan pemilu yang lebih inklusif. “Kami mengucapkan terima kasih kepada UKM Forum Ramah Difabel Universitas Muhammadiyah Magelang dan juga Fidakama yang telah berbagi pengetahuan dan informasi kepada masyarakat melalui podcast ini. Semoga ke depan kita dapat terus berkolaborasi dalam mewujudkan pemilu yang ramah bagi penyandang disabilitas,” tuturnya.

Melalui keterlibatan dalam forum diskusi publik seperti ini, UKM FORDA UNIMMA terus berupaya menyuarakan isu-isu inklusivitas sekaligus mendorong terwujudnya ruang partisipasi yang setara bagi seluruh lapisan masyarakat. Harapannya, masukan yang disampaikan dapat menjadi bahan evaluasi bagi penyelenggara pemilu sehingga pelaksanaan demokrasi di masa mendatang semakin aksesibel, inklusif, dan menjamin hak politik setiap warga negara.