Deretan dosen bergelar doktor di Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) kembali bertambah. apt. Alfian Syarifuddin, M.Farm., dosen Farmasi Fakultas Ilmu Kesehatan (Fikes), sukses menyelesaikan studi doktoralnya di Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada (UGM) melalui penelitian tentang potensi daun mangkokan sebagai agen antiinflamasi.
Alfian meraih gelar doktor rumpun ilmu Biologi Farmasi setelah menjalani ujian tertutup pada Rabu (3/6) dengan disertasi berjudul “Studi Aktivitas Antiinflamasi Ekstrak Daun Polyscias scutellaria (Burm.f.) Fosberg Secara In Vivo dan In Vitro serta Identifikasi Senyawa Aktifnya melalui Pendekatan Bioassay-Guided Isolation”.
Dijelaskan, penelitian yang dilakukan berangkat dari potensi daun mangkokan (Polyscias scutellaria), tanaman yang selama ini dikenal memiliki berbagai aktivitas biologis, seperti antioksidan, antibakteri, diuretik, dan antiinflamasi. Melalui riset tersebut, Alfian berupaya mengidentifikasi senyawa aktif yang berperan dalam aktivitas antiinflamasi sebagai dasar pengembangan dan standardisasi obat herbal. “Peradangan akut atau inflamasi biasanya ditangani menggunakan obat-obatan sintetik. Penelitian ini menjadi salah satu langkah awal untuk mengembangkan obat herbal terstandar sebagai alternatif antiinflamasi, dengan daun mangkokan sebagai salah satu kandidat yang potensial karena mengandung flavonoid, alkaloid, terpenoid, dan saponin,” jelasnya.
Ia menambahkan, pengujian dilakukan melalui pendekatan penghambatan beberapa mediator inflamasi untuk mengetahui senyawa yang berperan aktif dalam tanaman tersebut. “Dari proses isolasi yang dilakukan, senyawa lupeol menunjukkan potensi yang bagus. Dengan begitu, penelitian ini memberikan kontribusi ilmiah dalam penetapan lupeol sebagai kandidat senyawa marker untuk pengembangan herbal terstandar antiinflamasi,” tambahnya.
Sementara itu, Wakil Rektor III bidang Al Islam Kemuhammadiyahan (AIK) dan Sumber Daya Manusia (SDM) UNIMMA, Dr. Kanthi Pamungkas Sari, M.Pd mengapresiasi capaian tersebut. “Menyelesaikan studi doktoral bukanlah proses yang singkat. Dibutuhkan ketekunan, konsistensi, dan komitmen yang tinggi. Karena itu, capaian Dr. Alfian patut diapresiasi dan menjadi bukti bahwa dosen UNIMMA terus bertumbuh serta mengembangkan kapasitas keilmuannya,” ujarnya.
Lebih lanjut, Kanthi berharap capaian tersebut dapat menginspirasi sivitas akademika UNIMMA lainnya untuk terus mengembangkan kompetensi dan menghasilkan karya-karya yang berdampak.
Melalui dukungan terhadap pengembangan studi lanjut dosen, UNIMMA terus membangun atmosfer akademik yang mendorong lahirnya keilmuan, inovasi, dan kontribusi nyata bagi masyarakat.