Mahasiswa Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker (PSPPA) Fakultas Ilmu Kesehatan (Fikes) Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) melaksanakan edukasi konsep DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang Obat dengan Benar) obat. Kegiatan dilaksanakan di SMK Citra Medika Magelang dengan tema “Mengenal Lebih Dekat Peran dan Tanggung Jawab Apoteker dalam Pelayanan Kesehatan melalui Pemanfaatan Herbal Tradisional dan Mewujudkan Apoteker Masa Depan sebagai Juragan DAGUSIBU di Rumah Sendiri”.

Dosen Pembimbing, Dr. apt. Fitriana Yuliastuti, S.Farm, M.Sc, menjelaskan kegiatan tersebut merupakan bagian dari implementasi pembelajaran berbasis pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan meningkatkan literasi kesehatan sekaligus mengenalkan profesi apoteker kepada generasi muda. “Melalui edukasi interaktif, siswa di SMK Citra Medika ini diajak memahami peran strategis apoteker dalam pelayanan kesehatan, pemanfaatan herbal tradisional yang aman dan tepat, serta pentingnya pengelolaan obat melalui konsep DAGUSIBU,” jelasnya.

Lebih lanjut, Fitriana mengatakan bahwa kegiatan ini menjadi sarana bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan kompetensi profesi. “Apoteker memiliki peran yang sangat luas dalam sistem pelayanan kesehatan. Melalui kegiatan ini, kami ingin mengenalkan kepada siswa bahwa apoteker tidak hanya identik dengan obat, tetapi juga sebagai edukator kesehatan yang berperan dalam memberikan informasi penggunaan obat yang benar, termasuk pemanfaatan herbal tradisional secara aman dan efektif. Harapannya, siswa dapat menjadi agen perubahan di lingkungan keluarga dan masyarakat untuk menerapkan prinsip DAGUSIBU,” ujarnya.

Adapun dalam sesi edukasi, mahasiswa menjelaskan bahwa apoteker tidak hanya bertugas menyiapkan dan menyerahkan obat, tetapi juga berperan sebagai tenaga kesehatan yang memberikan informasi, konsultasi, serta pendampingan kepada masyarakat dalam penggunaan obat yang rasional. Pemahaman tersebut menjadi penting untuk membangun kesadaran sejak dini tentang penggunaan obat yang aman dan bertanggung jawab.

Selain itu, peserta juga mendapatkan materi pemanfaatan herbal tradisional. Indonesia yang dikenal memiliki kekayaan biodiversitas tinggi menyimpan potensi besar tanaman obat yang telah digunakan secara turun-temurun oleh masyarakat. Namun, penggunaan herbal tetap perlu didasarkan pada informasi yang tepat agar manfaatnya dapat diperoleh secara optimal dan aman.

Kegiatan tersebut menjadi wujud komitmen UNIMMA dalam menghadirkan pembelajaran yang berdampak serta memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat dengan edukasi dan pengabdian yang berkelanjutan.