Dalam rangka menyambut Tahun Baru Hijriyah, Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) menghadirkan kajian spesial SIMPATI (Siraman Pelita Hati) yang diikuti oleh dosen dan tenaga kependidikan. Acara dilaksanakan pada Jumat (12/6) di Aula Fakultas Ilmu Kesehatan (Fikes) Kampus 2 UNIMMA dengan menghadirkan narasumber Prof. Dr. Widodo Muktiyo, M.Com.

Prof. Widodo yang merupakan Badan Pembina Harian (BPH) UNIMMA sekaligus anggota Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian, dan Pengembangan (Diktilitbang) Pimpinan Pusat Muhammadiyah menyampaikan materi berjudul “SDM UNIMMA Jauhi Ghibah agar Amanah Penuh Berkah di Era Digital”.

Dalam paparannya, Prof. Widodo menjelaskan bahwa ghibah atau menggunjing merupakan perilaku yang harus dihindari, dan dipandang sebagai dosa yang serius dengan konsekuensi moral dan spiritual. “Ghibah dipandang sebagai dosa yang serius karena merusak kehormatan dan hubungan antarmanusia. Sanksinya lebih banyak dijelaskan dalam bentuk sanksi moral dan spritual, bukan hukuman pidana tertentu yang ditetapkan secara umum,” ujarnya.

Disampaikan, ghibah bukan sekadar persoalan ucapan, tetapi menyangkut amanah dan integritas seseorang. Di era digital saat ini, bentuknya pun bisa beragam, termasuk melalui komentar, unggahan, maupun penyebaran informasi yang belum tentu benar.

Prof Widodo juga mengingatkan pentingnya akhlak dalam bermedia sosial bagi warga Muhammadiyah. Mengacu pada Kode Etik NetizMu Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, terdapat sejumlah pedoman yang perlu dipegang, di antaranya menghindari ghibah, fitnah, namimah, serta tindakan yang dapat memicu permusuhan.

Lebih lanjut, ia mengajak seluruh sivitas akademika UNIMMA untuk lebih bijak dalam menggunakan media sosial melalui prinsip think before sharing. “Sebelum berbagi informasi, tanyakan terlebih dahulu pada diri kita, apakah informasi itu benar, apakah baik, dan apakah bermanfaat. Jika tidak memenuhi ketiga hal tersebut, sebaiknya tidak perlu disebarkan,” tegasnya.

Menurutnya, media sosial seharusnya dimanfaatkan sebagai sarana untuk menyebarkan inspirasi dan motivasi. Konten-konten positif yang berkaitan dengan nilai-nilai agama, pengetahuan, maupun pengalaman yang bermanfaat perlu terus diperbanyak untuk menciptakan ruang digital yang sehat.

Melalui kajian SIMPATI ini, UNIMMA berharap semangat Tahun Baru Hijriyah dapat menjadi momentum refleksi bagi seluruh sivitas akademika untuk memperbaiki kualitas diri, menjaga lisan maupun jemari, serta menghadirkan nilai-nilai Islam berkemajuan dalam kehidupan nyata maupun di ruang digital.