Program Studi D3 Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan (Fikes) Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) menggelar simulasi penanganan bencana gempa bumi sebagai implementasi mata kuliah Manajemen Kebencanaan. Kegiatan yang dilaksanakan pada Rabu (1/7) di lingkungan Gedung Fikes Kampus 2 UNIMMA tersebut menjadi sarana bagi mahasiswa untuk mengasah keterampilan sekaligus membangun kesiapsiagaan dalam menghadapi situasi bencana.
Sebanyak 40 mahasiswa semester 4 D3 Keperawatan mengikuti simulasi yang berada di bawah supervisi Ns. Muh. Khoirul Amin, M.Kep., Sp.Kep.J., Ns. Nurul Purborini, Ph.D., dan Ns. Retno Dariyati C., S.Kep. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa mempraktikkan penanganan korban gempa bumi secara terintegrasi sesuai prosedur kegawatdaruratan yang telah dipelajari di kelas.
Mahasiswa dibagi ke dalam beberapa tim sesuai peran masing-masing, meliputi tim triase yang bertugas melakukan pemilahan korban berdasarkan tingkat kegawatdaruratan, tim evakuasi yang bertanggung jawab memindahkan korban ke lokasi aman, serta tim trauma healing yang memberikan dukungan psikologis kepada korban yang mengalami kepanikan atau histeria pascabencana.
Ns. Nurul Purborini, Ph.D., dosen pengampu mata kuliah Manajemen Kebencanaan, menjelaskan bahwa simulasi tersebut merupakan kegiatan yang pertama kali diselenggarakan sebagai pembelajaran praktis bagi mahasiswa. “Selama ini mahasiswa telah mempelajari konsep manajemen bencana di kelas. Melalui simulasi ini, kami ingin mereka tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menerapkannya secara langsung. Harapannya, ketika menghadapi kondisi bencana yang sebenarnya, mahasiswa dapat bertindak cepat, tepat, dan tetap tenang,” jelasnya.
Lebih lanjut disampaikan, Magelang merupakan wilayah yang memiliki potensi bencana, termasuk gempa bumi. Oleh karena itu, calon perawat perlu dibekali kemampuan teknis sekaligus kesiapsiagaan agar memiliki respons yang sigap saat menghadapi kondisi darurat. “Melihat peta kerawanan bencana, wilayah Magelang memiliki potensi terjadinya gempa bumi. Sebagai calon tenaga kesehatan, mahasiswa keperawatan harus memiliki kesiapan sejak dini,” tambahnya.
Melalui pembelajaran berbasis praktik tersebut, UNIMMA terus berkomitmen menghasilkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kompetensi profesional, adaptif, dan siap memberikan pelayanan kesehatan dalam berbagai situasi, termasuk saat terjadi bencana.