Akses layanan kesehatan yang merata masih menjadi tantangan, terutama bagi masyarakat rentan yang membutuhkan perawatan luka secara berkelanjutan. Menjawab kebutuhan tersebut, Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) melalui Fakultas Ilmu Kesehatan (Fikes) mengembangkan model perawatan luka berbasis komunitas sebagai upaya mendekatkan layanan kesehatan kepada masyarakat.
Program tersebut dilaksanakan melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) yang didanai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) Tahun 2026 dalam skema Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat. Dalam pelaksanaannya, UNIMMA bermitra dengan Komunitas Luka Kita Kabupaten Temanggung yang saat ini, beranggotakan 13 tenaga kesehatan terdiri dari perawat dan bidan. Secara sukarela, komunitas tersebut telah aktif memberikan layanan pendampingan, edukasi, serta perawatan luka gratis bagi masyarakat dhuafa.
Melalui kolaborasi tersebut, UNIMMA mendorong terbentuknya sistem layanan perawatan luka yang lebih dekat dengan masyarakat, mudah diakses, serta berkelanjutan melalui penguatan kapasitas komunitas sebagai mitra pelayanan kesehatan.
Ketua Pelaksana PKM, Ns. Sri Hananto Ponco N., M.Kep., menjelaskan bahwa luka kronis masih menjadi persoalan kesehatan yang memerlukan penanganan secara komprehensif karena berdampak pada kualitas hidup pasien maupun keluarga. “Pendekatan pelayanan kesehatan tidak dapat hanya bertumpu pada fasilitas kesehatan. Keterlibatan komunitas menjadi sangat penting untuk memastikan pasien memperoleh pendampingan, edukasi, dan perawatan yang berkelanjutan. Karena itu, penguatan kapasitas komunitas menjadi salah satu strategi yang relevan untuk menjawab kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Sebagai bagian dari program, pengurus dan anggota Komunitas Luka Kita mengikuti beberapa kegiatan meliputi pelatihan intensif tentang pengkajian luka, proses penyembuhan luka, prinsip modern wound care, pencegahan infeksi, keselamatan pasien, serta praktik perawatan luka berbasis bukti (evidence-based practice). Peserta juga dibekali kemampuan dalam melakukan dokumentasi layanan, menerapkan standar operasional prosedur (SOP), dan memberikan edukasi kepada keluarga pasien sebagai bagian penting dari keberhasilan proses penyembuhan.
Program tersebut juga menjadi sarana implementasi hasil penelitian dosen Fikes UNIMMA berupa Salep KaTriNa, sebuah produk berbasis bahan alam yang dikembangkan untuk mendukung proses penyembuhan luka. Inovasi tersebut merupakan bagian dari upaya menghadirkan hasil riset yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat sekaligus memperkuat pelayanan kesehatan berbasis komunitas.
Adapun Ketua Komunitas Luka Kita, Erdin Sikap Ginung, mengapresiasi kolaborasi yang terjalin bersama UNIMMA. Menurutnya, program tersebut memberikan penguatan yang sangat dibutuhkan oleh komunitas dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. “Kami memperoleh pembaruan ilmu, keterampilan, dan sistem pelayanan yang dapat langsung diterapkan dalam pendampingan masyarakat. Harapannya, kualitas layanan yang diberikan semakin baik dan mampu menjangkau lebih banyak masyarakat yang membutuhkan,” tuturnya.
Selain meningkatkan kompetensi sumber daya manusia, program ini juga menghasilkan sejumlah luaran berupa modul pelatihan, instrumen dokumentasi layanan, serta standar operasional prosedur (SOP) perawatan luka berbasis komunitas. Berbagai luaran tersebut dirancang untuk mendukung keberlanjutan program sekaligus menjadi model yang dapat direplikasi oleh komunitas kesehatan di berbagai daerah.
Melalui sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat, UNIMMA berharap model perawatan luka berbasis komunitas ini dapat menjadi salah satu alternatif dalam memperkuat layanan kesehatan primer sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Program ini juga menjadi wujud komitmen UNIMMA dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya tujuan ketiga, yaitu menjamin kehidupan yang sehat dan meningkatkan kesejahteraan bagi semua usia.