Mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) menghadirkan inovasi pembelajaran inklusif melalui Program Kreativitas Mahasiswa Bidang Pengabdian kepada Masyarakat (PKM-PM). Dengan tajuk “PEDATI: Pembelajaran Tari Inklusif Berbasis Community Support System untuk Meningkatkan Efikasi Diri Anak Berkebutuhan Khusus di SD Negeri Bulurejo 1″, program dilaksanakan pada bulan Mei sampai dengan Juli 2026.
Program PEDATI diketuai oleh Antonia Mikayla Arimbi bersama Intan Ellin Karunia Dewi, Linda Kartika, dan Firman Satria Aji Suhirman di bawah bimbingan Agrissto Bintang Aji Pradana, M.Pd. Tim telah melaksanakan program melalui observasi kebutuhan sekolah, penyusunan pembelajaran tari yang disesuaikan dengan karakteristik peserta didik, sosialisasi Community Support System kepada guru dan orang tua, pendampingan latihan tari, monitoring dan evaluasi perkembangan peserta didik, hingga pementasan tari sebagai bentuk apresiasi atas proses belajar yang telah dijalani.
Antonia mengatakan, PEDATI memanfaatkan seni tari sebagai media untuk meningkatkan efikasi diri, keberanian, dan kemampuan berinteraksi sosial anak berkebutuhan khusus dengan melibatkan guru, orang tua, dan lingkungan sekolah. “Seluruh rangkaian program yang kami rancang, kami buat agar peserta didik memperoleh pengalaman belajar yang menyenangkan, membangun rasa aman, dan mampu mengembangkan potensi dirinya secara maksimal. Karena sebenarnya, setiap anak memiliki potensi yang luar biasa apabila memperoleh kesempatan, pendampingan, dan dukungan dari lingkungan sekitarnya,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia berharap program tersebut dapat terus dikembangkan sehingga semakin banyak anak berkebutuhan khusus memperoleh kesempatan untuk berkembang. “Kami merasa sangat bersyukur dapat menyaksikan perubahan anak-anak yang awalnya ragu dan kurang percaya diri, kemudian mulai berani tampil, bergerak, dan mengekspresikan diri melalui tari. Besar harapan kami agar program PEDATI dapat terus dikembangkan oleh sekolah sehingga semakin banyak anak berkebutuhan khusus yang memperoleh kesempatan untuk mengembangkan potensi dan percaya pada kemampuan yang mereka miliki,” tambahnya.
Sementara itu, dosen pembimbing, Agrissto Bintang Aji Pradana, M.Pd., turut mengapresiasi dedikasi mahasiswa dalam merancang dan melaksanakan program yang berorientasi pada penguatan pendidikan inklusif. “Saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh tim PKM-PM yang telah bekerja dengan penuh tanggung jawab, semangat, dan kepedulian dalam merancang serta melaksanakan program PEDATI. Semoga program ini dapat terus memberikan manfaat dan menjadi inspirasi bagi pengembangan pendidikan inklusif di berbagai sekolah,” tuturnya.
Adapun Kepala SD Negeri Bulurejo 1 sebagai mitra pelaksanaan program, mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya menghadirkan suasana belajar yang lebih menyenangkan, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap peserta didik berkebutuhan khusus. “Kehadiran mahasiswa memberikan warna baru dalam proses pembelajaran melalui kegiatan tari yang menyenangkan, inklusif, dan mampu meningkatkan keberanian serta rasa percaya diri anak berkebutuhan khusus. Kami berharap program ini dapat terus dilanjutkan dan dikembangkan sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh peserta didik, guru, maupun orang tua,” ungkapnya.
Sebagai perguruan tinggi yang berkomitmen menghasilkan lulusan yang adaptif dan berdampak, UNIMMA terus mendorong mahasiswa untuk mengembangkan inovasi dan pengabdian yang menjawab kebutuhan masyarakat. Melalui berbagai program pemberdayaan, UNIMMA berupaya menghadirkan kontribusi nyata dalam mewujudkan pendidikan yang inklusif, kolaboratif, dan berkelanjutan