Komitmen terhadap pelestarian lingkungan diwujudkan Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) melalui keterlibatannya dalam Program AKSI JANAKA (Akselerasi Jaringan Kerja Adiwiyata). Berkolaborasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Magelang, UNIMMA menerjunkan dosen dan mahasiswa program studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) untuk mendampingi sekolah-sekolah calon Adiwiyata di berbagai wilayah Kabupaten Magelang.

Program Adiwiyata merupakan upaya mewujudkan sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Program Adiwiyata. Pelaksanaannya dilakukan melalui pembinaan, kegiatan aksi, pengembangan sarana dan prasarana, serta penguatan jejaring kemitraan antara sekolah dengan berbagai pihak.

Dekan FKIP UNIMMA, Ari Suryawan, M.Pd., mengatakan keterlibatan dosen dan mahasiswa dalam program tersebut menjadi implementasi nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada bidang pengabdian kepada masyarakat. “Melalui pendampingan ini, kami ingin menghadirkan kontribusi yang berdamapk bagi sekolah. Dosen dan mahasiswa tidak hanya berbagi pengetahuan, tetapi juga belajar bersama warga sekolah untuk membangun budaya yang lebih peduli terhadap lingkungan. Harapannya, praktik-praktik baik yang diterapkan dapat terus berlanjut meskipun nantinya program pendampingan telah selesai,” ujarnya.

Lebih lanjut, Ari menuturkan, Program Adiwiyata tidak hanya berorientasi pada pemenuhan administrasi, tetapi juga mendorong lahirnya budaya peduli lingkungan yang melibatkan seluruh warga sekolah. “Program ini menjadi media pembelajaran kontekstual yang menanamkan nilai tanggung jawab, kepedulian ekologis, berpikir kritis, gotong royong, dan perilaku berkelanjutan kepada peserta didik. Melalui sinergi antara sekolah, pemerintah daerah, dan perguruan tinggi, kami berharap sekolah-sekolah Adiwiyata dapat menjadi ruang pembudayaan nilai-nilai ekologis sekaligus memperkuat karakter generasi yang sadar lingkungan dan berorientasi pada keberlanjutan,” tuturnya.

Dalam pelaksanaannya, UNIMMA menerjunkan lima tim untuk mendampingi lima sekolah calon Adiwiyata di Kabupaten Magelang, meliputi SD Negeri Girikulon Kecamatan Secang, SD Negeri Karanganyar Kecamatan Borobudur, SD Kanisius Sumberrejo 2 Kecamatan Mertoyudan, SD Muhammadiyah 1 Muntilan, serta MIN 5 Magelang Kecamatan Borobudur.

Pendampingan dilaksanakan sejak awal Juli hingga memasuki tahapan monitoring dan evaluasi. Selama proses tersebut, tim UNIMMA membantu sekolah dalam penyusunan administrasi pembelajaran berwawasan lingkungan hidup, mendampingi guru menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) atau perangkat ajar berbasis lingkungan hidup sesuai kurikulum yang berlaku, mengintegrasikan isu-isu lingkungan ke dalam pembelajaran dan proyek penguatan karakter, serta memberikan dukungan teknis dalam penyusunan dokumen pendukung Program Adiwiyata sesuai kebutuhan masing-masing sekolah.

Adapun melalui kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, UNIMMA terus memperkuat perannya sebagai perguruan tinggi yang menghadirkan solusi bagi masyarakat. Pendampingan sekolah calon Adiwiyata menjadi salah satu langkah nyata dalam mendukung terciptanya lingkungan belajar yang berkelanjutan sekaligus membentuk generasi yang peduli terhadap kelestarian alam.