Musim kemarau kerap menjadi tantangan bagi para peternak sapi karena berkurangnya ketersediaan pakan hijau. Menjawab persoalan tersebut, Tim Pemberdayaan Desa Binaan (PDB) Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) bersama Universitas Gadjah Mada (UGM) menggelar Pelatihan Pembuatan Biskuit Ternak Sapi bagi Kelompok Tani Sumber Rejeki. Kegiatan dilaksanakan di kandang sapi komunal Dusun Kalangan, Desa Gondowangi, Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang dan diikuti 20 peternak.

Ketua Tim, Dr. Dra. Retno Rusdjijati, M.Kes., dosen Fakultas Teknik (FT) UNIMMA menjelaskan, pelatihan dirancang untuk memberikan solusi praktis bagi peternak dalam menghadapi keterbatasan pakan selama musim kemarau. Menurutnya, ketersediaan pakan yang stabil menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga produktivitas ternak. “Melalui pelatihan ini kami ingin memberikan alternatif pakan yang mudah dibuat, berbahan sederhana, dan dapat disiapkan sejak jauh hari. Harapannya, peternak memiliki bekal untuk mengantisipasi kekurangan pakan saat musim kemarau sekaligus mampu meningkatkan kualitas pemeliharaan ternaknya,” ujarnya.

Lebih lanjut dijelaskan, program tersebut tidak hanya berfokus pada transfer pengetahuan, tetapi juga pendampingan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat desa. Berbagai inovasi terus dikembangkan agar mampu meningkatkan kapasitas peternak, produktivitas usaha, serta kesejahteraan masyarakat di desa binaan.

Pada kesempatan tersebut, Prof. Dr. drh. Dhirgo Aji, M.P., dari Fakultas Kedokteran Hewan UGM hadir sebagai narasumber. Dipaparkan bahwa biskuit ternak merupakan salah satu inovasi pakan yang mudah diproduksi menggunakan bahan-bahan lokal dengan biaya yang relatif terjangkau serta memiliki daya simpan lebih lama dibandingkan hijauan segar. “Biskuit ternak menjadi solusi yang efektif ketika hijauan sulit diperoleh. Selain praktis untuk penyimpanan dan pemberian pakan, bentuknya juga memudahkan peternak dalam mencampurkan obat-obatan maupun jamu sehingga kesehatan ternak dapat dikelola dengan lebih baik,” jelasnya.

Ia juga melihat peluang ekonomi dari inovasi tersebut. Menurutnya, produksi biskuit ternak dapat dikembangkan sebagai usaha kelompok yang bernilai tambah sehingga berpotensi menjadi sumber pendapatan baru bagi para peternak.

Sementara itu, Sediyo Utomo, dari Kelompok Tani Sumber Rejeki, menyebutkan pelatihan tersebut memberikan pengetahuan baru yang sangat bermanfaat bagi para peternak. “Pelatihan ini sangat bermanfaat bagi kami. Selama musim kemarau kami memang sering kesulitan mencari pakan ternak. Sekarang kami jadi tahu cara membuat biskuit ternak yang bisa disimpan lebih lama, jadi lebih siap kalau nanti kesulitan mencari pakan hijau,” tuturnya.

Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat, UNIMMA terus mendorong hadirnya inovasi yang menjawab kebutuhan riil di lapangan. Pendampingan yang dilakukan oleh tim diharapkan mampu memperkuat kapasitas masyarakat sekaligus menciptakan dampak bagi pembangunan desa yang lebih mandiri dan berkelanjutan.