Sebagai upaya memperkuat kompetensi anggota dalam memberikan pertolongan pertama pada kondisi darurat, Emergency Rescue Team (ERT) Fakultas Ilmu Kesehatan (Fikes) Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) menggelar pelatihan kegawatdaruratan. Kegiatan dilaksanakan pada Sabtu (1/8) di Gedung Fikes Kampus 2 UNIMMA. Kegiatan tersebut membekali mahasiswa dengan pengetahuan sekaligus keterampilan praktis dalam menangani berbagai kondisi kegawatdaruratan, khususnya yang kerap ditemui saat kegiatan olahraga.
Pelatihan menghadirkan dua narasumber, yaitu Ns. Novida Prima Wijayanti, M.Kep. dari Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara yang menyampaikan materi tentang pertolongan pertama pada korban gawat darurat, serta Ns. Nurul Purborini, Ph.D. yang membahas penanganan cardiac arrest atau henti jantung. Selain menerima materi, peserta juga mengikuti sesi praktik agar mampu menerapkan prosedur pertolongan secara tepat dan cepat.
Ns. Daryati Retno Cahyaningsih, S.Kep., Pembina ERT Fikes UNIMMA, dalam sambutannya menekankan bahwa kemampuan teknis harus diimbangi dengan manajemen waktu yang baik. Menurutnya, setiap detik memiliki arti penting dalam penyelamatan korban. “Di kegiatan ini, teman-teman perlu belajar bagaimana memanajemen waktu karena kita berada di tim emergency. Waktu adalah hal yang sangat berharga. Bahkan satu setengah detik pun bisa sangat berarti bagi nyawa seseorang. Karena itu, kami berharap setiap anggota benar-benar memperhatikan hal tersebut,” ujarnya.
Sementara itu, Ns. Nurul Purborini, Ph.D., yang juga Ketua Tim Pengabdian, menjelaskan, pelatihan tersebut diselenggarakan untuk memperkuat kesiapan anggota ERT yang selama ini kerap dipercaya menjadi tim kesehatan dalam berbagai kegiatan olahraga, baik di lingkungan UNIMMA maupun di luar kampus. “Pelatihan penanganan strain, sprain, dan cardiac arrest sangat penting bagi anggota ERT Fikes karena mereka sering bertugas sebagai tim kesehatan pada berbagai pertandingan olahraga. Melalui pelatihan ini, kami berharap anggota ERT memiliki kemampuan yang lebih optimal dalam memberikan pertolongan pertama sehingga dapat meningkatkan keselamatan korban sebelum mendapatkan penanganan lanjutan,” jelasnya.
Dengan terlaksananya pelatihan, peserta diharapkan semakin sigap, terampil, dan percaya diri dalam menghadapi situasi darurat. Kompetensi tersebut menjadi bekal penting bagi anggota ERT untuk memberikan respons yang cepat, tepat, dan sesuai prosedur ketika menjalankan tugas kemanusiaan di berbagai kegiatan.
UNIMMA terus mendorong lahirnya mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kompetensi praktis dan kepedulian sosial, sehingga siap memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat melalui pelayanan kesehatan dan penanganan kegawatdaruratan.