Peningkatan kapasitas kader kesehatan menjadi salah satu langkah penting dalam membangun masyarakat yang lebih sehat. Untuk mendukung upaya tersebut, Guru Besar Fakultas Ilmu Kesehatan (Fikes) Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA), Prof. Dr. Heni Setyowati Esti Rahayu, S.Kp., M.Kes., hadir sebagai narasumber dalam Seminar Kesehatan Reproduksi yang diselenggarakan oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPM4KB) Kota Magelang. Kegiatan dilaksanakan pada Rabu (5/8) di Puri Asri Hotel and Resort Magelang dan diikuti oleh kader Institusi Masyarakat Pedesaan (IMP) Kota Magelang.
Seminar tersebut bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran para kader tentang pentingnya kesehatan reproduksi sebagai bagian dari upaya membangun keluarga sehat sekaligus menekan angka stunting di masyarakat. Pada kesempatan tersebut, Prof Heni menyampaikan materi berjudul “Strategi Komunikasi Efektif dan Pendekatan Edukasi Kesehatan Reproduksi bagi Masyarakat”.
Dalam paparannya, Prof Heni menjelaskan bahwa persoalan stunting tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan gizi, tetapi juga dipengaruhi oleh kemampuan masyarakat dalam menerima dan menerapkan informasi kesehatan yang benar. Oleh karena itu, kader memiliki peran penting sebagai penghubung antara tenaga kesehatan dan masyarakat. “Kader tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga mampu mengajak masyarakat agar mau berubah. Perubahan itu diawali dari komunikasi yang baik, sehingga pengetahuan dapat berubah menjadi Tindakan,” ujarnya.
Lebih lanjut disampaikan, kader yang dekat dengan masyarakat akan lebih mudah diterima. Sikap ramah, sopan, tidak menghakimi, mampu mendengarkan, serta menghargai budaya setiap keluarga menjadi modal penting dalam menjalankan tugas sebagai kader kesehatan. “Kader yang disukai masyarakat adalah kader yang hadir dengan hati, tulus membantu dan selalu menghargai setiap orang,” tuturnya.
Selain membahas pentingnya peran kader di masyarakat, Prof Heni juga membekali peserta dengan berbagai strategi komunikasi yang efektif. Materi yang disampaikan meliputi cara menghadapi penolakan dan mitos yang berkembang di masyarakat, teknik memberikan penyuluhan yang persuasif, hingga pendekatan komunikasi kepada berbagai kelompok sasaran, seperti remaja, calon pengantin, ibu hamil, ayah, dan keluarga yang memiliki balita.
Menutup sesi, Prof Heni menegaskan bahwa komunikasi yang baik akan menciptakan perubahan yang berkelanjutan. “Jika komunikasi dilakukan dengan tepat, pengetahuan masyarakat akan meningkat, kemudian diikuti perubahan sikap dan perilaku. Dari sanalah upaya pencegahan stunting dapat berjalan lebih efektif,” pungkasnya.
Dalam seminar tersebut hadir pula narasumber lainnya yaitu Walikota Magelang, H. Damar Prasetyono, Wakil Walikota Magelang, dr. Sri Harso, M.Kes., Sp.S serta dr. Devita Kurniawati, M.Med. Klin.,Sp.OG.
Melalui keterlibatan dosen dalam berbagai forum strategis, UNIMMA terus berkontribusi menghadirkan kepakaran akademik untuk mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat serta memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah dalam mewujudkan generasi yang lebih sehat dan berkualitas.