Fakultas Hukum (FH) Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) bekerja sama dengan Inspektorat Daerah Kota Magelang menggelar Kompetisi Debat Anti Korupsi Tingkat Nasional Tahun 2026. Mengusung tema “Manifesto Anti Korupsi: Aktualisasi Integritas Generasi Muda Menuju Indonesia Welfare State”, kompetisi menghadirkan delapan tim terbaik yang lolos ke babak eliminasi. Kegiatan dilaksanakan pada Kamis (6/8) di Auditorium Kampus 1 UNIMMA.

Kompetisi ini menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengasah kemampuan berpikir kritis, berargumentasi, sekaligus menumbuhkan komitmen terhadap nilai-nilai integritas sebagai bekal membangun kehidupan berbangsa dan bernegara yang bebas dari praktik korupsi.

Rektor UNIMMA, Dr. Lilik Andriyani, S.E., M.Si., menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Magelang melalui Inspektorat Daerah atas kolaborasi yang terus terjalin dalam upaya menanamkan budaya antikorupsi kepada generasi muda. “Melalui kegiatan ini, kita ingin memperkuat komitmen bersama dalam membangun budaya antikorupsi. Perguruan tinggi tidak hanya bertugas melahirkan lulusan yang profesional sesuai bidangnya, tetapi juga membangun fondasi integritas agar mampu menjadi generasi yang mampu membawa Indonesia menuju bangsa yang semakin maju, adil, makmur, dan berintegritas,” ujarnya.

Sementara itu, Wali Kota Magelang, Damar Prasetyono, menekankan bahwa integritas merupakan nilai utama yang harus dimiliki setiap individu, termasuk generasi muda. “Selfintegrity ini penting, manusia itu harus punya integritas, entah itu pejabat, entah itu manusia biasa, karena integritas itu seperti nyawa. Jadi, adik-adik mahasiswa ini harus punya integritas melekat, itu sebuah kehormatan karena hilangnya integritas maka runtuh kita,” jelasnya.

Damar juga mengapresiasi penyelenggaraan kompetisi debat sebagai wadah bagi mahasiswa untuk bertukar gagasan secara sehat. Menurutnya, perdebatan yang dibangun di atas argumentasi dan tujuan bersama akan menghasilkan solusi bagi berbagai persoalan. “Perdebatan itu memang harus dihadirkan, tapi dalam konteks solusi bukan dalam konteks caci maki, bukan dalam konteks ego sektoral atau ego pribadi,” tuturnya.

Melalui kompetisi tersebut, UNIMMA berharap semangat antikorupsi tidak hanya berhenti pada ruang perlombaan, tetapi tumbuh menjadi karakter yang melekat pada generasi muda sebagai calon pemimpin bangsa. Sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah diharapkan terus diperkuat untuk menghadirkan berbagai program yang mendorong lahirnya budaya integritas di tengah masyarakat.