Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) melalui Lembaga Pengembangan Pendidikan (LPP) melakukan evaluasi dan penyelarasan pelaksanaan Mata Kuliah Wajib Kurikulum (MKWK) dan Mata Kuliah Penciri Universitas (MKPU). Kegiatan yang dilaksanakan pada Selasa (18/8) di Aula Rektorat Kampus 2 UNIMMA tersebut menjadi bagian dari upaya meninjau kesesuaian pelaksanaan mata kuliah dan program pendukung pembelajaran dengan arah pengembangan kurikulum universitas.

Kegiatan dihadiri oleh para ketua program studi (kaprodi) dan kepala unit pembelajaran terkait di lingkungan UNIMMA. Evaluasi mencakup pelaksanaan MKWK, MKPU, serta berbagai pelatihan dan sertifikasi yang mendukung kompetensi mahasiswa.

Kepala LPP UNIMMA, Arif Wiyat Purnanto, M.Pd., mengatakan evaluasi dilakukan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas penyelenggaraan pembelajaran di UNIMMA. “Kegiatan evaluasi dan penyelarasan ini diperlukan untuk memastikan bahwa pelaksanaan mata kuliah tersebut berjalan sesuai dengan kurikulum, kebutuhan mahasiswa, kebijakan universitas, serta arah pengembangan pembelajaran berbasis capaian,” ujarnya.

Adapun MKWK yang menjadi bagian dari evaluasi meliputi Pancasila, Kewarganegaraan, Bahasa Indonesia, dan Agama. Sementara itu, MKPU yang dievaluasi mencakup Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) I, II, III, IV, Bahasa Inggris, Aplikasi Komputer, serta Kuliah Kerja Nyata (KKN). “Selain mata kuliah, kami juga melakukan evaluasi terhadap pelatihan dan sertifikasi pendukung pembelajaran, seperti Pelatihan Komputer, Pelatihan Bahasa Inggris, Baca Tulis Qur’an dan Ibadah Praktis, Advanced English Training, serta Literasi Informasi,” tuturnya.

Sementara itu, Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Digitalisasi UNIMMA, Prof. Yun Arifatul Fatimah, M.T., Ph.D., menyampaikan, keberadaan MKWK dan MKPU memiliki peran penting dalam penerapan kurikulum berbasis capaian atau Outcome-Based Education (OBE). Menurutnya, evaluasi perlu diarahkan tidak hanya pada materi pembelajaran, tetapi juga pada relevansi pendekatan pembelajaran dengan capaian yang ditargetkan. “Karena kita sudah Outcome-Based Education, maka harus ada project-based learning ataupun case-based learning. Harapannya, pendekatan tersebut juga dapat dikembangkan dalam mata kuliah wajib kurikulum maupun mata kuliah penciri universitas,” jelasnya.

Prof Yun menambahkan, pengembangan MKWK dan MKPU juga perlu memperkuat identitas UNIMMA sebagai perguruan tinggi di bawah Persyarikatan Muhammadiyah. Penguatan tersebut dapat dilakukan melalui penciri yang menjadi kekhasan universitas sekaligus tetap menyesuaikan perkembangan pendidikan dan teknologi. “UNIMMA di bawah Persyarikatan Muhammadiyah, sehingga ada penciri khusus yang juga harus kita kembangkan, mulai dari AIK. Kemudian, dengan perkembangan digitalisasi dan AI yang begitu masif, mungkin perlu ada penguatan seperti literasi digital maupun Bahasa Inggris,” tambahnya.

Melalui kegiatan tersebut, diharapkan menjadi dasar untuk pengembangan pembelajaran yang lebih adaptif sekaligus tetap memperkuat identitas dan karakter pendidikan di UNIMMA.