Upaya membangun lingkungan yang ramah bagi seluruh lapisan masyarakat terus dilakukan Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA). Melalui Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Forum Ramah Difabel (FORDA), UNIMMA menggelar kegiatan puncak Program Kelurahan Binaan Periode I di Kelurahan Kramat Selatan pada Minggu (24/8). Dengan tema “Pemberdayaan Masyarakat dan Aksesibilitas dalam Mewujudkan Masyarakat yang Inklusif di Kramat Selatan”, kegiatan ini menjadi penutup rangkaian pendampingan yang telah dilaksanakan sejak Mei 2026 sekaligus mendorong terwujudnya masyarakat yang lebih inklusif.

Nana, pengurus FORDA UNIMMA mengatakan kegiatan diikuti oleh 35 peserta yang terdiri dari kelompok rentan, seperti lansia, penyandang disabilitas Intelektual, Netra, Daksa, dan Tuli. “Kami berharap kegiatan ini bisa menjadi ruang belajar bersama, sehingga masyarakat semakin paham pentingnya aksesibilitas dan inklusivitas. Semoga setelah kegiatan ini juga semakin banyak masyarakat yang peduli dan mau bersama-sama menciptakan lingkungan yang ramah bagi semua,” tuturnya.

Adapun kegiatan diawali dengan sesi refleksi diri yang dipandu oleh Susianah, S.Pd, Pembina UKM FORDA. Melalui sesi tersebut, peserta diajak mengenali potensi diri, memahami tantangan yang dihadapi, serta menyadari pentingnya menyampaikan kebutuhan sebagai bagian dari pemenuhan hak setiap individu.

Selanjutnya, peserta memperoleh materi tentang Kemandirian Disabilitas dan Aksesibilitas yang disampaikan oleh Ketua Forum Peduli Disabilitas (FPDM) Kota Magelang, Setiyono Luhur Budiyanto. Ia menjelaskan bahwa disabilitas tidak hanya berkaitan dengan kondisi individu, tetapi juga dipengaruhi oleh lingkungan yang belum sepenuhnya aksesibel. Oleh karena itu, penyediaan fasilitas yang ramah disabilitas, informasi yang mudah diakses, komunikasi yang inklusif, hingga pelayanan yang setara menjadi bagian penting dalam mewujudkan masyarakat inklusif. “Kemandirian bukan berarti harus melakukan semuanya sendiri. Kemandirian berarti memiliki kesempatan untuk memilih, mengambil keputusan, mengembangkan potensi, dan berpartisipasi secara aman serta bermartabat,” jelasnya.

Sementara itu, Lurah Kramat Selatan, Bayu Saputro, M.Si berharap kegiatan tersebut dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan tidak berhenti pada kegiatan seremonial semata. “Harapannya, kegiatan ini tidak hanya menjadi wacana, tetapi benar-benar dapat diimplementasikan. Ke depan, semakin banyak ruang yang terbuka untuk semua lpisan masyarakat,” ujarnya.

Selain sesi edukasi, kegiatan juga menjadi ruang apresiasi terhadap potensi penyandang disabilitas melalui penampilan musik kendang oleh Fandika, penyandang disabilitas intelektual. Penampilan tersebut menunjukkan bahwa setiap individu memiliki kesempatan yang sama untuk berkarya dan berkontribusi di tengah masyarakat.

Melalui Program Kelurahan Binaan, UKM FORDA UNIMMA terus mendorong lahirnya ruang-ruang yang lebih inklusif melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, komunitas, dan masyarakat. Program ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran bahwa aksesibilitas bukan sekadar penyediaan fasilitas, tetapi juga upaya menciptakan kesempatan yang setara agar setiap orang dapat berdaya dan berpartisipasi tanpa terkecuali.