Komitmen Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) dalam memperluas jejaring akademik internasional kembali ditunjukkan melalui kiprah dosennya di forum global. Perdana Priya Haresmita, M.Sc., dosen Program Studi Farmasi Fakultas Ilmu Kesehatan (Fikes) UNIMMA, menjadi narasumber dalam Special Lecture Series on Developing Well-Designed Pharmacy Research Proposals yang diselenggarakan oleh Our Lady of Fatima University (OLFU) College of Pharmacy, Filipina. Kegiatan tersebut dilaksanakan secara daring pada Sabtu (5/9).
Pada kesempatan tersebut, Perdana menyampaikan materi berjudul “Beyond Crude Extracts: Building Stronger Natural Product Research”. Melalui paparannya, ia mengajak peserta untuk melihat pentingnya meningkatkan kualitas penelitian produk alam agar menghasilkan temuan yang lebih kuat dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.
Perdana menjelaskan bahwa penelitian yang hanya berfokus pada crude extracts dan uji fitokimia pendahuluan memiliki berbagai keterbatasan. Oleh karena itu, penelitian perlu dikembangkan dengan pendekatan yang lebih komprehensif, mulai dari analisis senyawa aktif hingga pembuktian aktivitas biologis yang relevan.
Selain itu, ia juga menguraikan perbedaan antara penelitian yang bersifat eksploratif dengan penelitian yang memiliki dasar ilmiah yang kuat (scientifically defensible research). Menurutnya, peneliti perlu mampu menghubungkan research gap, analisis kimia, dan aktivitas biologis agar hasil riset memberikan kontribusi bagi pengembangan ilmu pengetahuan maupun dunia kesehatan. “Penelitian produk alam tidak cukup berhenti pada identifikasi ekstrak dan uji awal. Riset yang berkualitas harus mampu menjelaskan hubungan antara kandungan kimia, mekanisme aktivitas biologis, dan permasalahan ilmiah yang ingin dijawab. Sehingga nantinya, hasil penelitian tidak hanya menjadi data pendukung, tetapi juga memiliki nilai ilmiah yang lebih kuat dan berpotensi memberikan dampak yang lebih luas,” ujarnya.
Melalui kiprah dosennya di berbagai forum internasional, UNIMMA terus memperluas jejaring akademik sekaligus memperkuat budaya riset yang berdampak. Harapannya, kolaborasi lintas negara tersebut dapat melahirkan inovasi dan penelitian yang memberi manfaat lebih luas bagi masyarakat.