Lingkungan yang sehat tidak hanya ditentukan oleh banyaknya ruang hijau atau keberhasilan pengelolaan sampah. Kualitas udara yang bebas dari paparan asap rokok juga menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi masyarakat. Berangkat dari semangat tersebut, Muhammadiyah Tobacco Control Center (MTCC) Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) menyelenggarakan Sosialisasi Penegakan Peraturan Daerah Kota Magelang Nomor 2 Tahun 2024 tentang Kawasan Tanpa Rokok di Kampung Proklim dan Bank Sampah Kota Magelang.

Kegiatan yang dibuka oleh Ketua MTCC UNIMMA, Dr. Retno Rusdjijati, M.Kes., ini menjadi wadah kolaborasi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan masyarakat dalam menguatkan kesadaran bahwa kampung yang tangguh menghadapi perubahan iklim juga harus mampu menghadirkan lingkungan yang sehat bagi seluruh warganya.

Dalam sambutannya, Retno menegaskan bahwa upaya menciptakan kawasan bebas asap rokok tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan komitmen dan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. “Program Kampung Iklim merupakan ruang yang sangat strategis untuk membangun budaya hidup sehat di masyarakat. Melalui kolaborasi berbagai pihak, kami ingin mendorong lahirnya kampung-kampung yang tidak hanya peduli terhadap lingkungan, tetapi juga mampu melindungi kesehatan warganya melalui penerapan Kawasan Tanpa Rokok dan Rumah Tanpa Asap Rokok,” ujarnya.

Hal tersebut sejalan dengan arah pembangunan Kota Magelang di bawah kepemimpinan Wali Kota Magelang, H. Damar Prasetyono, yang menitikberatkan pada penguatan pembangunan berbasis masyarakat, peningkatan kualitas lingkungan hidup, serta terwujudnya kota yang sehat dan berkelanjutan. Harapan tersebut juga sesuai dengan target strategis Pemerintah Kota Magelang untuk membentuk 17 Kampung ProKlim baru pada tahun 2026.

Pada sesi pertama, Umi Nadhiroh, S.T., M.M., Kepala Seksi Pencegahan Pencemaran Lingkungan dan Konservasi Sumber Daya Alam Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Magelang, menyampaikan materi “Kampung Sehat, Kampung Tangguh: Integrasi ProKlim dalam Mewujudkan Kesehatan Lingkungan Mandiri”.

Sementara itu, perspektif kesehatan lingkungan disampaikan oleh Dr. Siti Noor Khikmah, S.E., M.Si., dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNIMMA sekaligus PIC Monitoring dan Evaluasi MTCC UNIMMA. Dalam paparannya berjudul “Penguatan Kesehatan Lingkungan dalam Program Kampung Iklim Melalui Kawasan Tanpa Rokok dan Rumah Tanpa Asap Rokok”, ia menekankan bahwa lingkungan sehat dimulai dari lingkungan keluarga. “Rumah yang terbebas dari asap rokok merupakan ruang aman bagi anak-anak, perempuan, lansia, dan seluruh anggota keluarga. Upaya ini sekaligus mendukung penegakan Peraturan Daerah Kota Magelang Nomor 2 Tahun 2024 tentang Kawasan Tanpa Rokok,” jelasnya.

Adapun Joko, perwakilan RW 4 Kelurahan Cacaban sekaligus Ketua Paguyuban ProKlim Kota Magelang, berharap kegiatan tersebut menjadi awal dari kolaborasi yang lebih berkelanjutan antara Kampung ProKlim dan MTCC UNIMMA. Ia menginginkan keterlibatan aktif dosen dan mahasiswa UNIMMA dalam mendampingi kampung-kampung ProKlim, sehingga berbagai program lingkungan tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi, tetapi berkembang menjadi gerakan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Melalui kegiatan tersebut, MTCC UNIMMA menegaskan komitmennya untuk terus mendukung berbagai upaya promotif dan preventif dalam mewujudkan Kota Magelang yang semakin sehat dan berkelanjutan.