Dalam upaya meningkatkan kesiapsiagaan tenaga kesehatan dalam menangani kondisi kegawatdaruratan, Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) berkolaborasi dengan Ikatan Keluarga Alumni FIKES serta Medical Service Training 119 menyelenggarakan pelatihan Basic Trauma Cardiac Life Support (BTCLS). Kegiatan dilaksanakan pada Selasa sampai dengan Minggu (6–13/9) di lingkungan FIKES UNIMMA dan diikuti 60 peserta yang terdiri dari mahasiswa Program Studi D3 Keperawatan, Profesi Ners, serta alumni FIKES UNIMMA.

Ketua Panitia, Ns. Daryati Retno Cahyaningsih, S.Kep., mengatakan tingginya risiko kecelakaan dan kasus kegawatdaruratan menuntut tenaga kesehatan untuk terus memperbarui kemampuan teknisnya. “Tingginya angka kecelakaan kerja, lalu lintas, serta prevalensi penyakit jantung koroner menuntut tenaga medis untuk selalu memperbarui kemampuan teknis mereka. Keterlambatan hitungan menit dalam penanganan darurat berisiko fatal bagi pasien. Melalui pelatihan BTCLS ini, kami memastikan para tenaga kesehatan mampu menguasai Golden Period untuk menyelamatkan nyawa dan mencegah kecacatan permanen,” ujarnya.

Lebih lanjut dijelaskan, pelatihan tersebut mengacu pada kurikulum resmi Kementerian Kesehatan RI dengan bobot 15 SKP. Sertifikasi tersebut menjadi salah satu kompetensi yang dibutuhkan perawat untuk mendukung kesiapan dalam menangani kasus trauma maupun henti jantung secara cepat dan tepat.

Selama pelatihan, peserta mendapatkan pembekalan materi sekaligus praktik yang diampu oleh instruktur profesional dari Medical Service Training 119. Pada hari terakhir, peserta mengikuti simulasi Mega Code dan simulasi kegawatdaruratan bencana. Simulasi tersebut menjadi bagian dari proses pembelajaran untuk mengasah kemampuan peserta dalam menerapkan pengetahuan dan keterampilan penanganan kegawatdaruratan secara cepat dan tepat.

Retno menambahkan, pelatihan BTCLS tidak hanya menjadi bagian dari pemenuhan kompetensi, tetapi juga memberikan pengalaman kepada peserta untuk menghadapi situasi kegawatdaruratan yang membutuhkan respons cepat. “Melalui simulasi Mega Code dan kegawatdaruratan bencana, peserta dapat mengasah kemampuan dalam mengambil keputusan dan melakukan tindakan secara cepat, tepat, serta sesuai prosedur ketika menghadapi kondisi yang membutuhkan penanganan segera,” jelasnya.

Melalui pelatihan BTCLS, UNIMMA terus mendorong peningkatan kompetensi mahasiswa dan alumni FIKES agar siap memberikan penanganan kegawatdaruratan secara cepat, tepat, dan sesuai standar pelayanan kesehatan.