Organisasi Mahasiswa (Ormawa) Emergency Rescue Team (ERT) bersama ormawa lain di Fakultas Ilmu Kesehatan (Fikes) Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) menyalurkan 4.900 liter air minum kepada masyarakat terdampak banjir bandang. Penyaluran bantuan dilakukan di Desa Sigrun, Desa Suka Maju, dan Desa Jabi-Jabi yang berada di wilayah Kecamatan Sultan Daulat, Kota Subulussalam, Aceh.

Pembina ERT, Ns. Daryati Retno Cahyaningsih, S.Kep, menyampaikan bantuan air minum tersebut disalurkan sebagai bentuk kepedulian dan empati mahasiswa terhadap masyarakat yang mengalami musibah banjir bandang. “Air minum dipilih karena menjadi kebutuhan dasar yang harus segera terpenuhi dalam situasi darurat bencana, terlebih ketika masyarakat mengalami kesulitan memperoleh air layak konsumsi,” ujarnya.

Retno menambahkan, berdasarkan hasil asesmen awal, kondisi di lokasi terdampak masih sangat memprihatinkan. “Masyarakat kehilangan harta benda bahkan kehilangan jiwa dari anggota keluarga. Bantuan masih belum banyak yang datang karena terkendala kondisi banjir yang belum surut, sehingga akses menuju lokasi susah dijangkau dan kebutuhan dasar masyarakat terdampak juga masih belum terpenuhi,” ungkapnya.

Disebutkan, dalam penyaluran bantuan, ERT bersama ormawa Fikes UNIMMA bekerja sama dengan alumni Fikes UNIMMA yang berdomisili di Aceh, yaitu Ns. Yahya Maha, S.Kep, serta relawan dan masyarakat setempat untuk memastikan bantuan tersalurkan tepat sasaran.

Menurut Retno, keterlibatan mahasiswa dalam aksi ini memberikan pembelajaran berharga, mulai dari pentingnya kesiapsiagaan bencana, solidaritas dan empati, serta akuntabilitas dan transparansi. “Mahasiswa juga belajar mengamalkan nilai-nilai keislaman, salah satunya melalui semangat bersedekah sebagaimana tertuang dalam Al-Qur’an, Surat Al Baqarah ayat 261,” tambahnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa kegiatan ini mencerminkan karakter dan semangat kerelawanan mahasiswa UNIMMA. “Meskipun lokasi bencana berada jauh di ujung Indonesia, mahasiswa tetap memiliki niat dan kepedulian yang besar untuk membantu meringankan beban masyarakat terdampak,” ujarnya.

Ke depan, Retno berharap ERT dapat terus mengembangkan kapasitasnya sebagai tim tanggap bencana mahasiswa, melalui kegiatan sosialisasi kebencanaan, mitigasi risiko, serta penguatan peran kepemimpinan mahasiswa dalam respons kebencanaan di tingkat ormawa. “Yang terpenting, mahasiswa diharapkan terus menumbuhkan kepedulian kemanusiaan tanpa memandang latar belakang apa pun,” pungkasnya.

Adapun melalui aksi kemanusiaan ini, UNIMMA menegaskan komitmennya dalam menumbuhkan kepedulian sosial dan kesiapsiagaan bencana di kalangan mahasiswa, sekaligus mendorong lahirnya relawan-relawan muda yang tangguh, berempati, dan siap hadir menjawab kebutuhan masyarakat, terutama pada situasi darurat yang menuntut respons cepat dan tepat.