Untuk mewujudkan profesi keperawatan yang mandiri, Prodi S1 Keperawatan Fikes UM Magelang mengadakan seminar regional terapi komplementer pada Selasa (19/09). Kegiatan yang diikuti oleh 300 peserta yang terdiri dari mahasiswa, anggota PPNI kota Magelang dan beberapa undangan dari instansi kesehatan tersebut diadakan di Aula Fikes UM Magelang.

Kaprodi S1 Keperawatan, Sigit Priyanto, M.Kep., Ns menjelaskan acara tersebut diadakan untuk membantu mahasiswa agar dapat membuka praktik mandiri ketika lulus dari bangku kuliah sehingga bermanfaat bagi masyarakat. Selain itu, seminar tersebut diadakan untuk mendukung visi dari progam studi S1 Keperawatan.

Seminar regional dibuka oleh Wakil Rektor I UM Magelang, Dr. Purwati, M.S yang berharap mahasiswa dapat meningkatkan integritas dan kepribadiannya sebagai perawat nantinya.”Integritas disini maksutnya adalah memiliki tanggung jawab sebagai perawat yang baik, sedangkan kepribadiannya adalah memiliki etika yang baik sebagai perawat,” kata Purwati.

Seminar bertema “Aplikasi Terapi Komplementer pada Praktik Keperawatan Mandiri” itu mengundang tiga pemateri. Mardiyonoo, BNS, MNS, PhD yang merupakan ketua Himpunan Perawat Holistik Indonesia (HPHI) menjadi pemateri pertama. Ia menyampaikan materi mengenai keperawatan holistik, seperti legalitas keperawatan holistik, konsep keperawatan holistik, asuhan keperawatan holistik dan Evidence Based Practice. “Konsep keparawatan holistik itu meliputi 3 hal yaitu body, mind, dan spirit. Keperawatan mengacu pada healing pasien berdasarkan pendekatan secara menyeluruh dalam enam aspek, yaitu spiritual, biologis, psikologis, kognisi, sosial, dan kultural,” kata Mardiyono di hadapan peserta.

Untuk pemateri yang kedua yaitu Akhmad Baed, S.Kep.,Ns, Ketua DPD PPNI Kabupaten Magelang yang memberikan meteri mengenai akupresure sebagai terapi komplementer. Dalam penyampainnya Akhmad Baed menunjukkan beberapa contoh meridian dalam tubuh manusia. Selain itu dijelaskan beberapa titik akupresur. “Titik akupresur adalah simpul meridian tempat terpusatnya qi yang merupakan titik rangsangan untuk melancarkan aliran qi sehingga terjadi keseimbangan “Ying dan Yang” dalam tubuh.

Sedangkan pemateri ketiga yaitu Wakil dekan FiKes, Ns. Retna Tri Astuti, M.Kep yang membahas tentang penggunaan terapi modalitas dan komplementer dalam praktik keperawatan berbasis evidence based. Nana, begitu ia biasa disapa mengatakan bahwa terapi modalitas dan komplementer merupakan salah satu terapi yang banyak diminati oleh masyarakat. “Sekarang kita lihat fenomena yang muncul di masyarakat, banyak yang memilih melakukan pengobatan alternatif. Hal ini menjadikan kesempatan kepada tenaga kesehatan seperti perawat untuk dapat mengembangkan terapi modalitas dan komplementer dalam upaya praktek keperawatan,” jelas Nana.

( HUMAS )