Sebagai upaya memperkuat kompetensi lulusan di bidang komunikasi profesional, Fakultas Hukum (FH) Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) menggelar pelatihan Public Speaking bagi 104 mahasiswa semester 8. Dengan tema “Speak with Impact: Seni Retorika dan Advokasi Lisan bagi Calon Yuris”, kegiatan dilaksanakan pada Selasa (14/4) di Aula Fikes Kampus 2 UNIMMA.

Pelatihan tersebut dirancang untuk membekali mahasiswa dengan kemampuan komunikasi lisan yang efektif sebagai bekal memasuki dunia profesi hukum, seperti advokat, jaksa, hakim, maupun konsultan hukum.

Kepala Laboratorium FH UNIMMA, Dakum, S.H.I., M.H., menyampaikan, mahasiswa hukum tidak cukup hanya menguasai aspek teoritis dan administratif, tetapi juga dituntut memiliki kemampuan komunikasi yang kuat. “Mahasiswa Fakultas Hukum dituntut tidak hanya mampu memahami teks hukum dan menyusun dokumen legal, tetapi juga harus mampu menyampaikan argumen hukum secara logis, sistematis, dan persuasif, baik di depan publik maupun dalam ruang sidang,” ujarnya.

Dakum menambahkan bahwa kemampuan menyederhanakan bahasa hukum yang kompleks menjadi lebih mudah dipahami tanpa menghilangkan substansi menjadi nilai tambah penting di dunia kerja. “Praktisi hukum juga dituntut mampu melakukan advokasi publik, berbicara di depan media, serta memberikan edukasi hukum di berbagai platform. Kemampuan tersebut menjadi keunggulan kompetitif yang krusial,” tambahnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan, masih banyak mahasiswa yang menghadapi kendala dalam berbicara di depan umum, seperti rasa gugup, kurangnya penguasaan artikulasi, hingga kesulitan menyusun argumen secara spontan. “Oleh karena itu, pelatihan public speaking yang dirancang dengan pendekatan hukum sangat diperlukan agar mahasiswa mampu menjadi yuris yang komunikatif, percaya diri, dan berdaya saing,” tuturnya.

Hadir sebagai mentor, Sasmiati Satya Widyastuti, S.H. dari SAS Center, yang memberikan materi meliputi public speaking, seni retorika hukum, teknik argumentasi spontan, serta grooming. Kegiatan juga dilengkapi dengan sesi praktik, peserta melakukan simulasi presentasi, penyampaian opening statement sidang, hingga simulasi klien yang disertai umpan balik langsung dari mentor.

Salah satu peserta, Nadhifa Nur Oktavia, mengaku antusias mengikuti pelatihan tersebut. Ia menilai Pelatihan public speaking memberikan pengalaman baru sekaligus meningkatkan kepercayaan diri dalam berbicara. “Pelatihan ini sangat membantu saya untuk lebih percaya diri dalam menyampaikan pendapat, terutama dalam konteks hukum. Insight yang saya dapatkan juga sangat bermanfaat untuk menunjang kesiapan karier ke depan,” ujarnya.

Melalui kegiatan tersebut, UNIMMA berharap mahasiswa tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki keterampilan komunikasi yang mumpuni sebagai bekal menghadapi tantangan di dunia profesional.