Program Studi Ilmu Komunikasi (Ilkom) Fakultas Psikologi dan Humaniora (FPH) Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) memberikan pembekalan kepada 148 siswa SMK Muhammadiyah Bandongan yang akan menjalani Praktik Kerja Lapangan (PKL). Kegiatan dengan tema Personal Branding tersebut dilaksanakan pada Kamis (2/7) sebagai upaya membekali siswa dengan keterampilan komunikasi, profesionalisme, serta kesiapan menghadapi dunia kerja.
Pembekalan menghadirkan dosen Ilkom UNIMMA, Alan Kusuma, S.I.Kom., M.I.Kom., bersama mahasiswa, Khansa Aziza, sebagai narasumber. Melalui kegiatan tersebut, peserta diajak memahami pentingnya membangun kompetensi teknis sekaligus kemampuan berkomunikasi dan citra diri yang positif sebelum memasuki lingkungan kerja.
Dalam pemaparannya, Alan menjelaskan bahwa PKL merupakan kesempatan bagi siswa untuk mengenal budaya kerja profesional secara langsung. Menurutnya, pengalaman magang menjadi fase penting untuk mengembangkan berbagai keterampilan yang dibutuhkan di dunia industri. “Saat menjalani magang, kalian akan benar-benar merasakan bagaimana dunia kerja berlangsung. Jadikan kesempatan tersebut untuk belajar sebanyak mungkin, karena pengalaman di lapangan sering kali menjadi bekal yang sangat berharga ketika memasuki dunia kerja nantinya,” ujarnya.
Alan juga menyampaikan, keberhasilan selama PKL tidak hanya ditentukan oleh kemampuan teknis, tetapi juga oleh sikap profesional dan etika komunikasi. Kedisiplinan, tanggung jawab, serta kemampuan berinteraksi dengan atasan maupun rekan kerja menjadi aspek yang turut menentukan penilaian di lingkungan kerja. “Kemampuan berkomunikasi yang baik mencerminkan profesionalisme. Dengarkan arahan atasan dengan baik, jangan ragu bertanya apabila belum memahami pekerjaan, dan selalu sampaikan pendapat maupun laporan dengan bahasa yang sopan. Sikap-sikap seperti ini akan membentuk kepercayaan selama kalian menjalani PKL,” tambahnya.
Pada sesi berikutnya, Khansa mengajak peserta memahami pentingnya membangun personal branding sejak usia sekolah. Dijelaskan, personal branding bukan sekadar membangun popularitas, tetapi menunjukkan karakter, kompetensi, kemampuan berkomunikasi, serta rekam jejak digital yang positif. “Saat ini, media sosial dapat dimanfaatkan sebagai portofolio digital untuk menampilkan karya, prestasi, pengalaman organisasi, dan berbagai aktivitas produktif yang mencerminkan kualitas diri kita,” tuturnya.
Selain itu, Khansa mengatakan, personal branding yang kuat dibangun melalui kombinasi keterampilan, sikap, nilai, dan konsistensi. Dengan bekal tersebut, siswa diharapkan mampu meningkatkan daya saing sekaligus memberikan kesan profesional ketika memasuki dunia kerja.
Melalui kolaborasi tersebut, UNIMMA terus berkomitmen menghadirkan kontribusi bagi masyarakat melalui edukasi dan penguatan kapasitas generasi muda.