Program Studi Hukum Ekonomi Syariah (HES) Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) menyelenggarakan Stadium Generale International dengan tema “Transformasi Ekosistem Halal: Dari Label Halal Menuju Standar Gaya Hidup Global”. Kegiatan yang dilaksanakan pada Jumat (31/7) di Aula Kampus 2 UNIMMA tersebut menjadi ruang pembelajaran bagi mahasiswa untuk memperluas wawasan tentang perkembangan ekosistem halal yang kini telah berkembang menjadi bagian dari gaya hidup dan standar global.

Hadir sebagai narasumber, Dr. Pornpimol Mahamad dari Halal Science Center, Chulalongkorn University, Thailand, Ika Efrilia, S.E., M.M., Kepala Balai Penyelenggara Jaminan Produk Halal Provinsi Jawa Tengah dan DIY, serta Dr. Zulfikar Bagus Pambuko, M.E.I., dosen HES UNIMMA. Ketiganya membahas perkembangan industri halal dari berbagai perspektif.

Dr. Irham Nugroho, M.Pd.I., Wakil Dekan FAI UNIMMA, menyampaikan bahwa tema yang diangkat sangat relevan dengan tantangan dan kebutuhan masa depan. Menurutnya, mahasiswa perlu memahami konsep halal secara komprehensif agar memiliki kompetensi yang mampu menjawab perkembangan industri halal di tingkat nasional maupun global. “Kami berharap seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan ini dengan baik dari awal hingga akhir sehingga kompetensi terkait halal benar-benar dapat dikuasai. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan memiliki bekal pengetahuan yang lebih kuat sebagai bagian dari pengembangan keilmuan di bidang ekonomi syariah,” ujarnya.

Ia menambahkan, penyelenggaraan Stadium Generale International merupakan salah satu upaya FAI UNIMMA dalam menghadirkan pembelajaran yang terhubung dengan perkembangan isu global sekaligus memperkuat kapasitas lulusan di bidang ekonomi syariah.

Sementara itu, Drs. Johan Haryanto, M.Si., Kepala Biro Perekonomian Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Tengah, menjelaskan, penguatan ekosistem halal sejalan dengan arah pembangunan Provinsi Jawa Tengah. Disebutkan, ekonomi syariah menjadi salah satu fokus Gubernur Jawa Tengah dalam pembangunan daerah pada tahun 2027, berdampingan dengan pengembangan pariwisata berkelanjutan.

Menurut Johan, Jawa Tengah memiliki potensi besar untuk mengembangkan industri halal. Dengan jumlah penduduk mencapai sekitar 38,5 juta jiwa yang didominasi masyarakat muslim, ribuan pondok pesantren, serta potensi pariwisata yang terus berkembang, ekosistem halal memiliki peluang untuk tumbuh semakin kuat. “Halal bukan hanya berbicara tentang sertifikasi produk, tetapi juga membangun halal value chain dari hulu hingga hilir. Mulai dari bahan baku, proses produksi, distribusi, hingga layanan yang ramah muslim. Saya berharap kegiatan ini mampu menambah pengetahuan dan kompetensi mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu karena halal tidak mengenal batas jurusan, serta mendorong lahirnya pengembangan ekosistem halal yang bermanfaat bagi Magelang, Jawa Tengah, dan Indonesia,” ungkapnya.

Melalui kegiatan tersebut, UNIMMA terus mendorong kolaborasi akademik dengan berbagai pemangku kepentingan, baik nasional maupun internasional, untuk menghadirkan pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan dunia. Penguatan kompetensi di bidang ekonomi syariah dan ekosistem halal diharapkan mampu melahirkan lulusan yang adaptif, berdaya saing global, serta siap berkontribusi dalam pembangunan ekonomi yang berkelanjutan.