Muhammadiyah Tobacco Control Center (MTCC) Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) kembali menegaskan komitmennya dalam pengendalian tembakau dengan berpartisipasi aktif pada forum Asia Pacific Cities Alliance for Health and Development (APCAT) ke-8. Dengan mengusung tema Together We Bring Health Solutions”, kegiatan diselenggarakan di Hotel JW Marriott Jakarta pada Senin sampai dengan Rabu (26–28/1). Forum dua tahunan tersebut mempertemukan para kepala daerah di kawasan Asia Pasifik untuk memperkuat peran pemerintah daerah dalam isu kesehatan dan pembangunan, khususnya pengendalian tembakau serta pencegahan penyakit tidak menular.

Kegiatan dibuka oleh Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya Sugiarto dan dihadiri para wali kota dan bupati dari 12 negara Asia Pasifik, bersama akademisi, tenaga kesehatan, serta komunitas pengendali tembakau. Dari Jawa Tengah, hadir Wali Kota Magelang, Wali Kota Salatiga, Sekretaris Daerah Wonosobo, serta perwakilan Dinas Kesehatan Kota Surakarta yang merupakan wilayah dampingan MTCC UNIMMA.

Dalam forum tersebut, Wali Kota Magelang dan Wali Kota Salatiga mempresentasikan praktik baik implementasi pengendalian tembakau di daerah masing-masing. Kedua wilayah telah memiliki Peraturan Daerah Kawasan Tanpa Rokok (KTR) yang diimplementasikan melalui berbagai program, seperti pemasangan stiker larangan merokok di angkutan umum, penetapan Kampung Tanpa Rokok, pembentukan penanggung jawab dan Satgas KTR, serta pengawasan berkelanjutan melalui sistem e-Monev Dashboard KTR. Selain itu, dikembangkan pula sejumlah inovasi, di antaranya RATAKOK (Rapat Tanpa Asap Rokok) dan Gen-STAR (Generasi Sehat Tanpa Asap Rokok) yang menyasar kelompok rentan seperti remaja, ibu hamil, dan perokok pasif.

Ketua MTCC UNIMMA, Dr. Dra. Retno Rusdjijati, M.Kes, yang mendampingi langsung keempat kepala daerah tersebut, menyampaikan apresiasi atas komitmen pemerintah daerah dalam forum internasional tersebut. “Kami sangat mengapresiasi kesediaan para kepala daerah dampingan MTCC UNIMMA untuk hadir dan berbagi praktik baik di APCAT ke-8. Forum ini menjadi ruang strategis untuk menunjukkan bahwa pemerintah daerah memiliki peran besar dalam menghadirkan solusi kesehatan di tingkat global,” ujarnya.

Lebih lanjut disampaikan, berbagai capaian yang dipresentasikan menjadi indikator meningkatnya kesadaran dan keseriusan daerah dalam menegakkan regulasi kawasan tanpa rokok. “Kami bangga melihat wilayah dampingan semakin progresif melalui beragam program dan inovasi pengendalian tembakau. Upaya ini menunjukkan bahwa implementasi Perda KTR tidak hanya berhenti pada regulasi, tetapi juga diwujudkan dalam gerakan nyata di masyarakat,” tambahnya.

Retno menegaskan, MTCC UNIMMA akan terus memperkuat pendampingan agar implementasi kebijakan berjalan optimal dan berdampak luas. “MTCC UNIMMA berkomitmen untuk terus mendampingi pemerintah daerah, terutama dalam mengoptimalkan penegakan Perda KTR guna menurunkan prevalensi merokok. Ikhtiar ini menjadi bagian dari kontribusi kami dalam mendukung terwujudnya masyarakat yang lebih sehat dan sejahtera,” pungkasnya.

Adapun keterlibatan aktif MTCC UNIMMA di forum internasional tersebut menjadi wujud kontribusi nyata UNIMMA dalam penguatan pembangunan kesehatan berbasis kolaborasi. Ke depan, pendampingan kepada pemerintah daerah akan terus diperluas sebagai langkah berkelanjutan menekan angka perokok dan meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.