Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) kembali menegaskan komitmennya dalam menghadirkan sumber daya manusia unggul melalui pencapaian akademik dosennya. Oesman Raliby Al Manan, ST., M.Eng, dosen Program Studi (prodi) Teknik Industri Fakultas Teknik, resmi meraih gelar Doctor of Philosophy (Ph.D) dalam rumpun ilmu Teknik Industri dari Universiti Teknikal Malaysia Melaka (UTeM) setelah berhasil mempertahankan disertasi berjudul “Designing an Integrated Mentorship Model for Resilient and Sustainable Micro, Small, and Medium-Sized Enterprises”, dengan supervisor Prof. TS. Dr. Effendi Mohamad.
Dalam risetnya, Oesman mengkaji kondisi stagnasi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia yang memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian nasional namun masih menghadapi hambatan serius dalam aspek pendampingan. “Meski memberikan kontribusi besar terhadap PDB (Produk Domestik Bruto) nasional yaitu lebih dari 60 persen, dan menyerap lebih dari 97% tenaga kerja, UMKM masih menghadapi tantangan signifikan karena kurangnya kerangka mentoring yang memadai. Selama ini, model pendampingan yang banyak digunakan bersifat linear, terfragmentasi, dan tidak berkelanjutan, sehingga gagal memfasilitasi transformasi sistemik yang berkualitas,” jelasnya.
Menjawab kebutuhan tersebut, Oesman mengembangkan Circular Mentorship Model, sebuah paradigma baru yang dirancang sebagai sistem pendampingan terintegrasi, partisipatif, dan regeneratif. “Model ini tidak hanya menekankan transfer pengetahuan satu arah, tetapi juga mendorong recursive learning dan regenerasi kapasitas di antara berbagai pemangku kepentingan UMKM,” ujarnya.
Lebih lanjut, Oesman menyampaikan bahwa model yang ia bangun dapat menjadi alat praktis untuk merevitalisasi ekosistem pementoran UMKM di Indonesia. “Pendampingan UMKM tidak bisa lagi hanya berfokus pada pelatihan teknis jangka pendek. Harus ada pendekatan menyeluruh yang menempatkan mentor sebagai katalis sistemik, mendorong inovasi lokal, dan memastikan tumbuhnya ekosistem kewirausahaan yang adaptif,” tuturnya.
Adapun capaian ini menjadi energi baru bagi UNIMMA dalam memperkuat kapasitas akademik dan memberikan dampak sosial yang lebih luas. Dengan bertambahnya jumlah doktor, kampus semakin siap berkontribusi melalui riset yang relevan, pengabdian berkelanjutan, serta pendampingan masyarakat yang lebih terukur dan berdampak.