Deretan dosen Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) yang menyelesaikan pendidikan doktoral kembali bertambah. Ns. Septi Wardani, M.Kep., dosen Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES), menjadi salah satu yang berhasil menyelesaikan studi doktoral pada rumpun ilmu Keperawatan Anak di School of Nursing, Philippine Women’s University.
Dalam studinya, Septi mengupas implementasi Skrining Hipotiroid Kongenital (SHK) di Indonesia melalui penelitian berjudul “Extent of Implementation of Congenital Hypothyroidism Screening in Indonesia: Basis for Mediation Based Interventional Program” dengan bimbingan oleh Dr. Esteve Adrian Estiva.
Dijelaskan, hipotiroidisme kongenital merupakan kondisi yang perlu dideteksi dan ditangani sedini mungkin. “Jika terlambat ditangani, kondisi tersebut dapat berdampak pada perkembangan neurologis, kemampuan berpikir, motorik, hingga pertumbuhan anak. Karena itu, SHK menjadi bagian penting dalam upaya menemukan kasus sejak dini dan memberikan penanganan yang tepat,” ujarnya.
Septi menyampaikan, meskipun SHK telah menjadi program yang diatur pemerintah, pelaksanaannya di lapangan masih menghadapi berbagai tantangan. Beberapa di antaranya berkaitan dengan tingkat skrining yang belum optimal, pelatihan dan kompetensi tenaga kesehatan, kepatuhan terhadap Standar Operasional Prosedur (SOP), keterbatasan infrastruktur, hingga sistem monitoring dan dukungan kelembagaan.
Adapun penelitian dilakukan di tiga rumah sakit negeri di wilayah Kota dan Kabupaten Magelang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi SHK secara umum telah didukung oleh ketersediaan fasilitas dan penerapan SOP yang relatif baik. Namun, masih ditemukan keterbatasan dalam aspek pelatihan dan kompetensi petugas. Dalam penelitian tersebut, SOP menjadi satu-satunya faktor yang ditemukan memiliki hubungan signifikan dengan tantangan implementasi SHK.
Dari temuan tersebut, Septi kemudian mengembangkan program Integrated CH Screening Implementation Improvement Program (ICHIIP) yang dirancang sebagai intervensi untuk meningkatkan pelatihan dan kompetensi petugas sekaligus membantu mengatasi berbagai tantangan dalam pelaksanaan SHK. “Program ICHIIP yang kami kembangkan ini untuk memperkuat kompetensi, konsistensi SOP, serta monitoring dan evaluasi implementasi SHK. Harapannya, program ini dapat menjadi salah satu pendekatan untuk membantu meningkatkan kualitas implementasi SHK,” pungkasnya.
Melalui capaian tersebut, UNIMMA terus mendorong pengembangan keilmuan dosen yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Riset dan inovasi yang dihasilkan diharapkan dapat menjadi bagian dari kontribusi UNIMMA dalam mendukung peningkatan kualitas layanan kesehatan, khususnya bagi kesehatan dan tumbuh kembang anak.