Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh dosen Fakultas Teknik (FT) Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA).
Dr. Suroto Munahar, S.T., M.T. berhasil meraih pendanaan Program Riset Konsorsium Unggulan Berdampak (RIKUB) Tahun 2026 dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM).

Dalam programnya, Suroto mengusung riset berjudul “Disain Biogas Smart Control System pada Industri Tahu Melalui Circular Economy untuk Mewujudkan Kawasan Mandiri Energi”. Pelaksanaan riset dilakukan secara kolaboratif dengan berbagai mitra strategis, di antaranya Bappeda Kabupaten Magelang, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Magelang, Pemerintah Desa Mejing Candimulyo, serta perguruan tinggi mitra yaitu Universitas Sebelas Maret dan AKPRIND Yogyakarta.

Suroto menjelaskan bahwa risetnya dilatarbelakangi oleh meningkatnya kebutuhan terhadap energi alternatif yang ramah lingkungan di tengah krisis energi global. “Krisis energi global dan tekanan terhadap lingkungan menuntut percepatan adopsi Energi Baru Terbarukan (EBT). Biogas menjadi salah satu solusi praktis karena dapat diproduksi dari limbah organik, termasuk limbah industri tahu,” ungkapnya.

Ia menambahkan, potensi biogas dari limbah tahu cukup besar dan dapat dimanfaatkan sebagai pengganti bahan bakar konvensional seperti kayu maupun LPG. Pemanfaatan tersebut tidak hanya berkontribusi pada pengurangan emisi karbon dan tekanan terhadap lingkungan, tetapi juga mendorong terwujudnya kemandirian energi di kawasan industri. “Pemanfaatan biogas ini sejalan dengan konsep circular economy, di mana limbah tidak lagi menjadi beban, tetapi diolah menjadi sumber energi yang bernilai guna,” tambahnya.

Namun demikian, Suroto mengakui masih terdapat sejumlah tantangan dalam implementasinya di lapangan. “Beberapa permasalahan yang masih dihadapi antara lain kualitas biogas yang belum stabil, belum optimalnya pemanfaatan biogas sebagai bahan bakar mesin, penerapan K3 dan produksi bersih yang masih terbatas, serta infrastruktur pendukung kawasan mandiri energi yang belum memadai. Selain itu, variabel pendukung circular economy juga belum terintegrasi secara menyeluruh,” jelasnya.

Melalui penelitian ini, Suroto berharap dapat menghadirkan solusi komprehensif untuk meningkatkan kualitas dan pemanfaatan biogas, sekaligus memperkuat ekosistem energi mandiri berbasis potensi lokal di sentra industri tahu Candimulyo.

Sementara itu, Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNIMMA, Ns. Sumarno Adi Subrata, M.Kep., Ph.D., menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut. Menurutnya, keberhasilan ini menjadi bukti konsistensi UNIMMA dalam mendorong penguatan kualitas riset dosen. “UNIMMA menjadi salah satu dari tiga PTMA (Perguruan Tinggi Muhammadiyah Aisyiyah) yang memperoleh pendanaan RIKUB tahun ini. Keberhasilan ini bukan hasil instan. Di LPPM, kami terus berkomitmen melakukan pendampingan dari hulu ke hilir, mulai dari klinik proposal, sinkronisasi tema riset nasional, hingga penguatan rekam jejak peneliti,” ujarnya.

Lebih lanjut, Adi berharap capaian ini dapat menjadi pemacu semangat bagi seluruh dosen untuk terus meningkatkan kualitas riset yang berdampak. “Hibah RIKUB 2026 ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus memfasilitasi dosen agar riset yang dilakukan tidak hanya berhenti pada publikasi, tetapi mampu menghasilkan dampak nyata bagi masyarakat, bangsa, dan negara,” tambahnya.

Adapun dengan capaian tersebut, UNIMMA kembali menegaskan komitmennya dalam mengembangkan riset unggulan yang berorientasi pada solusi nyata dan kebermanfaatan luas, sekaligus mendukung penguatan ekosistem inovasi berbasis kebutuhan masyarakat dan industri.