Perubahan kebutuhan dunia kerja menuntut perguruan tinggi untuk terus menyesuaikan pembelajaran dengan perkembangan dunia usaha dan dunia industri (DUDIKA). Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) merespons hal tersebut dengan terus membuka ruang komunikasi bersama mitra dan pengguna lulusan melalui acara Stakeholder Meeting. Kegiatan dilaksanakan pada Jumat (7/8) di Hotel Trio Magelang.
Stakeholder meeting menjadi forum bagi FEB UNIMMA untuk memperoleh masukan langsung dari para mitra dan alumni tentang perkembangan kebutuhan dunia kerja, kompetensi yang dibutuhkan industri, serta berbagai dinamika yang dihadapi lulusan ketika memasuki dunia profesional.
Dekan FEB UNIMMA, Dr. Wawan Sadtyo Nugroho, S.E., M.Si., Ak., C.A., mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya FEB UNIMMA menjaga keberlanjutan keunggulan melalui masukan dari stakeholder. Menurutnya, excellent sustainability menjadi landasan filosofis FEB UNIMMA dalam mengembangkan pendidikan yang adaptif terhadap perubahan. “Excellent adalah unggul, dan sustainability adalah keberlanjutan. Jadi, untuk mencapai keunggulan kompetitif yang global tentu saja membutuhkan keunggulan yang luar biasa. Maka dari itu hari ini dari stakeholder, mitra, kemudian alumni kita kumpulkan, kita ingin meminta masukan-masukan apa yang terjadi di perkembangan-perkembangan dunia usaha dan dunia industri yang terbaru saat ini,” ujarnya.
Dekan menambahkan, masukan dari stakeholder menjadi bagian penting dalam pengembangan kurikulum FEB UNIMMA yang menerapkan pendekatan Outcome Based Education (OBE) yang tidak hanya berorientasi pada proses pembelajaran, tetapi juga memastikan lulusan memiliki kompetensi dan capaian yang sesuai dengan kebutuhan pengguna lulusan. “Kurikulum OBE menuntut kami untuk melihat kebutuhan DUDIKA secara nyata. Apa yang dibutuhkan perusahaan swasta, BUMN, pemerintahan, perbankan, maupun sektor lainnya menjadi insight bagi kami untuk merumuskan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL), sehingga kompetensi lulusan dapat sesuai dengan harapan stakeholder dan pengguna lulusan,” ungkapnya.
Lebih lanjut disampaikan, Stakeholder Meeting juga menjadi bagian dari evaluasi berkelanjutan FEB UNIMMA dalam memperkecil kesenjangan antara pembelajaran di perguruan tinggi dengan praktik di dunia kerja. Masukan dari mitra diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi untuk pengembangan akademik dan peningkatan kualitas lulusan. “Link and match antara pendidikan dengan praktik di dunia kerja bukan sesuatu yang selesai dalam satu kegiatan. Karena itu, agenda seperti ini perlu dilakukan secara berkelanjutan agar kami dapat terus mengukur dan menyesuaikan kurikulum. Harapannya, gap antara akademik dan industri semakin kecil,” tambahnya.
Melalui penguatan kolaborasi dengan stakeholder, UNIMMA terus mendorong pendidikan yang adaptif terhadap kebutuhan zaman dan dunia kerja. Upaya ini menjadi bagian dari komitmen UNIMMA dalam menghadirkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kompetensi yang relevan dan mampu memberikan kontribusi di tengah perkembangan dunia usaha dan industri.