Dosen Program Studi Farmasi Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA), apt. Tiara Mega Kusuma, M.Sc., berhasil meraih gelar Doktor pada bidang Teknologi Farmasi dari Program Studi Doktor Ilmu Farmasi Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta. Gelar tersebut resmi disandangnya setelah melalu ujian terbuka dengan disertasi berjudul “Formula Emulsi Ganda Air dalam Minyak Dalam Air (A/M/A) untuk Penghantaran Eritropoietin Rekombinan per Oral”.

Dalam disertasinya, Tiara berfokus pada pengembangan sistem penghantaran obat protein yang lebih praktis dan nyaman bagi pasien. Dijelaskan, ia meneliti rekombinan eritropoietin (rh-EPO), obat yang umum digunakan untuk mengatasi anemia, terutama pada pasien penyakit ginjal kronis maupun kondisi medis tertentu. “Selama ini, obat tersebut hanya dapat diberikan melalui suntikan, karena jika diminum, kandungan proteinnya mudah rusak oleh asam lambung dan sulit diserap oleh tubuh,” ujarnya.

Melalui penelitiannya, Tiara mengembangkan teknologi emulsi ganda (double emulsion) sebagai sistem penghantaran obat yang mampu melindungi molekul protein saat melewati saluran pencernaan. Pendekatan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam pengembangan obat anemia berbasis protein yang suatu saat berpotensi diberikan dalam bentuk oral sehingga lebih praktis dan meningkatkan kenyamanan pasien.

Penelitian tersebut dilakukan dengan menguji berbagai formulasi emulsi ganda menggunakan bahan pengemulsi natrium karboksimetil selulosa (Na-CMC). Hasil pengujian menunjukkan bahwa formulasi yang dikembangkan memiliki karakteristik fisik yang baik, stabil selama penyimpanan, serta mampu melepaskan obat secara terkendali dalam pengujian laboratorium.

Tiara menjelaskan bahwa penelitian ini masih merupakan tahap awal, namun memberikan dasar ilmiah yang menjanjikan bagi pengembangan sistem penghantaran obat protein di masa depan.

“Selama ini banyak obat berbasis protein hanya bisa diberikan melalui suntikan. Melalui penelitian ini, saya ingin memberikan kontribusi dalam mencari alternatif sistem penghantaran obat yang lebih nyaman bagi pasien. Hasil yang diperoleh memang masih berada pada tahap laboratorium, tetapi diharapkan dapat menjadi fondasi untuk penelitian lanjutan hingga suatu saat dapat memberikan manfaat nyata di bidang terapi,” ungkap Tiara.

Lebih lanjut, ia berharap penelitian tersebut dapat mendorong semakin banyak kolaborasi riset di bidang teknologi farmasi, khususnya dalam pengembangan sistem penghantaran obat berbasis biomolekul.

“Perjalanan penelitian ini mengajarkan bahwa inovasi di bidang farmasi membutuhkan proses yang panjang dan kolaborasi dari berbagai pihak. Saya berharap hasil penelitian ini dapat terus dikembangkan hingga tahap berikutnya sehingga berkontribusi bagi pengembangan ilmu pengetahuan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan,” tambahnya.

Capaian tersebut menjadi salah satu bentuk komitmen dosen UNIMMA dalam mengembangkan budaya akademik dan riset yang memberikan kontribusi bagi kemajuan ilmu pengetahuan. Melalui berbagai inovasi yang dihasilkan sivitas akademika, UNIMMA terus mendorong pengembangan penelitian yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki potensi memberikan manfaat bagi masyarakat dan dunia kesehatan.