Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) menggelar the 9th Beneficium dengan tema “Digitalization, Risk Management, and Business Sustainability in the Permacrisis Era”. Kegiatan dikemas dalam format webinar dan call for pappers yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting pada Rabu (24/6).
Ketua Panitia, Veni Soraya Dewi, S.E., M.Si., menjelaskan, tema yang dipilih merupakan respons terhadap dinamika dan berbagai tantangan global yang semakin kompleks. “Kita hidup di era yang sering disebut sebagai permacrisis, yaitu situasi ketika berbagai krisis terjadi secara beruntun dan seolah tidak pernah berhenti. Mulai dari ketidakstabilan ekonomi global, konflik antarnegara, hingga perubahan iklim yang semakin ekstrem. Bagi dunia usaha, kondisi ini bukan lagi tantangan biasa, tetapi menjadi ancaman yang bisa muncul kapan saja,” jelasnya.
Menurut Veni, di tengah situasi tersebut digitalisasi menjadi salah satu kunci keberlangsungan bisnis. Namun, pemanfaatan teknologi juga harus diimbangi dengan pengelolaan risiko yang baik agar mampu memberikan manfaat secara optimal. “Kesuksesan bisnis tidak hanya diukur dari besarnya keuntungan yang diperoleh saat ini, tetapi juga dari kemampuannya bertahan dalam jangka panjang serta memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan. Bisnis yang tangguh adalah bisnis yang mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi tanpa mengabaikan pengelolaan risiko,” tambahnya.
Sementara itu, Rektor UNIMMA, Dr. Lilik Andriyani, S.E., M.Si., dalam sambutannya menyampaikan bahwa Beneficium sebagai ruang akademik diharapkan dapat memperkuat jejaring dan menghasilkan gagasan yang berdampak bagi masyarakat. “Melalui Beneficium, kami berharap dapat menghadirkan ruang akademik yang produktif untuk bertukar gagasan, mempresentasikan hasil penelitian, memperkuat jejaring kolaborasi, serta menghasilkan rekomendasi yang dapat memberikan kontribusi bagi dunia usaha, pemerintah, dan masyarakat. Kami juga berharap forum ini menjadi sarana untuk memperkuat publikasi ilmiah serta membuka peluang kolaborasi nasional dan internasional,” ujarnya.
Lebih lanjut, Rektor mengapresiasi konsistensi FEB UNIMMA dalam menyelenggarakan Beneficium hingga memasuki tahun ke sembilan. Menurutnya, keberlanjutan kegiatan tersebut menunjukkan komitmen kuat dalam mendorong pengembangan riset dan publikasi ilmiah yang berkualitas. “Semoga the 9th Beneficium dapat menghasilkan pemikiran-pemikiran inovatif, memperkuat jejaring kolaboratif akademik, serta memberikan kontribusi dalam pembangunan ekonomi yang berkelanjutan di tengah berbagai tantangan global yang kita hadapi,” pungkasnya.
Adapun dalam kesempatan tersebut, hadir sebagai keynote speaker, Prof. Jaroslaw Korpysa, akademisi Bisnis dan Ekonomi dari University of Szczecin, Polandia. Selain itu, hadir juga narasumber lainnya, Dr. Diesyana Ajeng Pramesti, M.Sc., dosen FEB UNIMMA, serta pasangan wirausahawan, Juniyar Jais Subiyanto dan Nafisa Nadya Fathin dari MGD Food Indonesia.
Melalui penyelenggaraan the 9th Beneficium, UNIMMA menegaskan komitmennya dalam mendorong pengembangan ilmu pengetahuan, riset, dan kolaborasi akademik yang relevan dengan kebutuhan dunia usaha serta tantangan global saat ini.