Kepedulian terhadap masa depan pendidikan anak menjadi semangat utama mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik II Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) Tahun Ajaran 2025/2026 dalam melaksanakan program pengabdian masyarakat di Desa Banyusidi, Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang. Dengan tema “Pendampingan dan Pendataan Anak Tidak Sekolah (ATS) melalui Program Gumregah Bungah”, mahasiswa KKN hadir untuk memperkuat upaya peningkatan akses dan kualitas pendidikan di tingkat desa.

Salma, Ketua KKN di Desa Banyusidi menjelaskan, sebagai langkah awal implementasi program, tim melakukan koordinasi bersama Pemerintah Desa Banyusidi untuk memperkuat sinergi kelembagaan. Dalam forum tersebut, dipaparkan rencana teknis pendataan ATS yang dirancang sebagai instrumen pendukung perencanaan pembangunan desa di sektor pendidikan. “Kegiatan pendataan ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan pemutakhiran data ATS. Meskipun Desa Banyusidi pernah menjadi pilot project pendataan pada tahun 2023, hasil asesmen awal kami menunjukkan bahwa data yang tersedia belum sepenuhnya menggambarkan kondisi riil di lapangan,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dusun Banyusidi, Istadi, menyampaikan bahwa pembaruan data menjadi kebutuhan mendesak bagi desa. “Kami menyadari bahwa data Anak Tidak Sekolah yang kami miliki masih perlu diperbarui. Kehadiran mahasiswa KKN UNIMMA sangat membantu desa dalam melakukan pendataan ulang secara lebih menyeluruh dan menjangkau wilayah-wilayah yang selama ini sulit terdata,” ujarnya.

Adapun tantangan pendataan memiliki kompleksitas tinggi karena luas wilayah Desa Banyusidi yang terbagi ke dalam 21 dusun dengan karakteristik sosial yang beragam. Untuk menjawab tantangan tersebut, tim merancang pendataan ATS yang menjangkau seluruh dusun dengan melibatkan kepala dusun sebagai mitra strategis dalam distribusi formulir, penyampaian informasi kepada masyarakat, serta verifikasi data di tingkat wilayah.

Instrumen pendataan disusun secara sistematis meliputi identitas anak, riwayat pendidikan terakhir, faktor penyebab tidak melanjutkan sekolah, hingga kondisi sosial ekonomi orang tua atau wali. Setiap formulir dilengkapi pengesahan dari kepala dusun dan orang tua/wali untuk menjamin validitas serta akurasi data yang dihimpun.

Program KKN Tematik II Desa Banyusidi dilaksanakan di bawah bimbingan Lintang Muliawanti, S.I.Kom., M.A. selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL). Ia menegaskan bahwa kegiatan KKN tidak hanya berorientasi pada pengumpulan data, tetapi juga pada penguatan kesadaran sosial dan kolaborasi lintas pihak. “Pendataan Anak Tidak Sekolah tidak bisa dipandang sebagai kegiatan administratif semata. Dibutuhkan pendekatan komunikasi yang partisipatif agar masyarakat merasa dilibatkan dan dipercaya. Melalui Program Gumregah Bungah, mahasiswa belajar membangun relasi sosial sekaligus menghasilkan data yang bermakna bagi perencanaan pendidikan desa,” jelasnya.

Dalam program KKN tersebut, selain pendataan, mahasiswa KKN juga melaksanakan kegiatan Sosialisasi Peran Orang Tua dalam Perkembangan Anak dan Penguatan Kesadaran Pendidikan melalui forum PKK di Dusun Wiropati. Kegiatan ini menjadi ruang dialog bersama masyarakat untuk meningkatkan kesadaran pentingnya pendidikan serta peran keluarga sebagai lingkungan pendidikan pertama bagi anak.

Melalui Program Gumregah Bungah, Mahasiswa KKN Tematik II UNIMMA menegaskan komitmennya dalam mendukung penurunan angka Anak Tidak Sekolah secara berkelanjutan serta mendorong terwujudnya masa depan pendidikan desa yang lebih inklusif dan berkeadilan.