Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) berkolaborasi dengan British Council EnglishScore menyelenggarakan Strategic Conference dengan tema “Shaping Global-Ready Graduates in the AI Era”. Kegiatan dilaksanakan pada Kamis (25/6) di Grand Altuz Hotel, Yogyakarta dengan menghadirkan Dr. Francisca Maria Ivone, Ph.D., Associate Professor of Applied Linguistics dari Universitas Negeri Malang sebagai keynote speaker.
Adapun forum tersebut menjadi ruang diskusi bagi Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah (PTMA) se-Indonesia untuk membahas berbagai strategi dalam menyiapkan lulusan yang mampu bersaing di tingkat global di tengah pesatnya perkembangan Artificial Intelligence (AI).
Rektor UNIMMA, Dr. Lilik Andriyani, S.E., M.Si., dalam sambutannya sekaligus membuka acara menyampaikan bahwa perguruan tinggi saat ini menghadapi perubahan yang sangat cepat. “Perkembangan AI telah mengubah cara kita belajar, cara bekerja, dan cara berinteraksi, sehingga perguruan tinggi perlu terus beradaptasi tanpa meninggalkan misi utamanya dalam mencetak lulusan yang kompeten dan berintegritas,” ujarnya.
Rektor menambahkan, konferensi tersebut menjadi momentum penting untuk saling berbagi gagasan dan mengeksplorasi bagaimana perguruan tinggi dapat membekali mahasiswa dengan keterampilan, pola pikir, dan kemampuan komunikasi yang baik. “Seperti yang sering kita katakan, masa depan bukan sesuatu yang kita tunggu, tetapi sesuatu yang kita bangun bersama. Melalui diskusi, partnership, dan komitmen bersama ini, saya yakin kita dapat menciptakan lebih banyak peluang bagi mahasiswa dan lulusan kita untuk berkembang di tingkat global,” tambahnya.
Sementara itu, Abdurahman Oman, perwakilan British Council EnglishScore, menegaskan kemampuan berbahasa Inggris kini menjadi salah satu kompetensi penting yang harus dimiliki lulusan untuk menghadapi persaingan global. “Saat ini, kita menghadapi perubahan yang sangat cepat dalam pasar global. Memiliki gelar akademik saja tidak lagi cukup untuk menjamin lulusan memperoleh pekerjaan atau karir yang lebih baik. Dunia kerja membutuhkan lulusan yang mampu berkomunikasi dengan baik, tidak hanya dengan masyarakat di tingkat lokal, tetapi juga di tingkat internasional,” tuturrnya.
Ia menambahkan, melalui kolaborasi dengan UNIMMA, British Council EnglishScore berupaya menjembatani pembelajaran di perguruan tinggi dengan kebutuhan dunia kerja global melalui standar kompetensi yang diakui secara internasional. “Kami ingin membekali mahasiswa dengan kompetensi yang terukur dan diakui secara global sehingga mereka memiliki kepercayaan diri untuk memasuki dunia kerja internasional. Kami berharap kolaborasi ini dapat terus terjalin dan dapat berkontribusi dalam mencetak generasi yang unggul dan adaptif,” tambahnya.
Melalui penyelenggaraan kegiatan tersebut, UNIMMA berharap dapat memperkuat jejaring antar-PTMA sekaligus mendorong lahirnya berbagai inovasi dalam pendidikan tinggi yang relevan dengan kebutuhan dan perkembangan dunia kerja masa depan.