Komunitas ‘Aisyiyah Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) terus mendorong penguatan karakter kader melalui penanaman nilai-nilai akhlak dalam kehidupan sehari-hari. Hal tersebut disampaikan dalam rapat pimpinan Komunitas ‘Aisyiyah UNIMMA yang digelar pada Jumat (24/4) di Rumah Makan Ayam Goreng Bu Tatik Magelang.
Dalam kultum pembuka rapat pimpinan, Siti Umi Khudzoifah, S.H., Ketua Majelis Pembinaan Kader Komunitas ‘Aisyiyah UNIMMA, memaparkan empat sifat utama yang menjadi kunci seseorang dijauhkan dari api neraka. Keempat sifat tersebut adalah hayyin, layyin, qarib, dan sahl.
Umi menjelaskan bahwa sifat hayyin mencerminkan pribadi yang tidak kasar, baik dalam ucapan maupun sikap. Sementara layyin merujuk pada cara bertutur yang lembut dan menyenangkan, sehingga tidak menyakiti perasaan orang lain.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa qarib adalah sikap mudah didekati, rendah hati, dan tidak menjaga jarak secara berlebihan. Adapun sahl menggambarkan pribadi yang tidak mempersulit urusan orang lain serta cenderung sederhana dalam bersikap. “Empat sifat ini bukan hanya teori, tetapi perlu kita latih dalam keseharian. Menjadi pribadi yang lembut, dekat dengan orang lain, dan tidak menyulitkan adalah bagian dari akhlak yang dicintai Allah,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa nilai-nilai tersebut selaras dengan semangat gerakan ‘Aisyiyah dalam membangun kader yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara spiritual dan sosial.
Materi yang disampaikan tersebut diharapkan menjadi penguatan nilai-nilai dasar kader, sekaligus pengingat agar nilai-nilai akhlak tersebut dapat diinternalisasi dan diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan kampus maupun masyarakat luas. Dengan demikian, kader ‘Aisyiyah diharapkan mampu berperan sebagai agen perubahan yang membawa kebermanfaatan.